Selasa , | WIB

Selasa, 31 Mei 2016 - 23:55:28 WIB
PERMASALAHAN KORUPSI DI DAERAH PALING SIGNIFIKAN
Kabar Redaksi - Dibaca: 1413 kali


Oleh : Lahane Aziz, Pimred Intelijen Post

Faktor utama penyebab korupsi yang paling signifikan di daerah adalah faktor politik dan kekuasaan, dalam arti bahwa korupsi di daerah paling banyak dilakukan oleh para pemegang kekuasaan ( eksekutif maupun legislatif ) yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun untuk kepentingan kelompok dan golongannya.

Sekitar 85 % dari kasus – kasus korupsi yang terjadi di daerah ternyata dilakukan oleh para pemegang kekuasaan, terutama di lembaga pemerintahan ( eksekutif ) dan lembaga legislatif. Modus yang dilakukan pun sangat beragam, mulai dari perjalanan dinas fiktif, penggelembungan dana APBD maupun cara – cara lainnya yang tujuannya untuk menguntungkan diri sendiri, kelompok maupun golongan, dengan menggunakan dan menyalahgunakan uang negara.

Faktor yang kedua adalah faktor ekonomi. Faktor ekonomi ini tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan faktor politik dan kekuasaan. Alasannya pun cenderung masih konvensional, yaitu tidak seimbangnya penghasilan dengan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Faktor yang ketiga adalah nepotisme. Masih kentalnya semangat nepotisme, baik disektor publik maupun swasta, di daerah – daerah terutama dalam penempatan posisi yang strategis tidak jarang kemudian menimbulkan penyalahgunaan kewenangan, terutama yang bersangkut paut dengan keuangan negara.

Faktor yang terakhir adalah faktor pengawasan. Lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan oleh lembaga – lembaga, seperti BPKP maupun Bawasda terhadap penggunaan keuangan negara oleh pejabat – pejabat publik ( eksekutif maupun yudikatif ) merupakan salah satu faktor penting yang turut menumbuh – suburkan budaya korupsi di daerah – daerah.

Fungsi kontrol yang semestinya yang dijalankan oleh lembaga legislatif pun pada kenyataannya sering kali tidak efektif yang disebabkan karena lembaga legislatif itu sendiri pun seringkali terlibat dalam penyimpangan dan penyalahgunaan keuangan negara yang dilakukan oleh eksekutif.

Berita Lainnya