Selasa , | WIB

Rabu, 01 Juni 2016 - 00:15:14 WIB
BADAN INTELIJEN PEJUANG 45 : KEBOCORAN BBM SUBSIDI BESAR PERAN MAFIA
Hukum & Kriminal - Dibaca: 1396 kali


LIBATKAN BANYAK KALANGAN

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM - Kepala humas Badan Intelijen Pejuang’ 45 ( BIP’ 45 ) L. Aziz mengatakan, menelusuri dan pengawasan mengenai pengelolaan serta penyaluran Bahan Bakar Minyak ( BBM ), mulai awal proses melalui beberapa tahapan yakni, bahan BBM mentah dimasukan ketempat penimbunan pengelolaan, kemudian disalurkan melalui kilang ( pipa ), lantas BBM itu disalurkan ke alat transportasi kapal, tongkang maupun mobil tanki, baru perusahan yang ditunjuk sebagai penyalur menjual kepada konsumen.

Hasil temuan BIP’ 45, ternyata mulai awal proses BBM yang melibatkan beberapa kalangan ini sudah terjadi kebocoran karena ada besarnya peran mafia dan di dalamnya banyak yang ikut terlibat sehingga jelas sudah terjadi kebocoran BBM dan negara sudah dirugikan ini yang disebut mulai terjadi dihulu sudah ada peran mafianya, ujar Aziz.

Lanjut Aziz, kemudian terjadi proses di hilir, mafia minyak yang sebenarnya bukan di bidang impor BBM tapi mafia yang mengambil jatah minyak subsidi kemudian dijual kepada pihak swasta (mafia minyak). Misalnya, salah satu BUMN mendapat jatah solar subsidi 100.000 ton maka diambil oleh oknum 30% untuk dijual kepada swasta (mafia minyak) dengan harga subsidi. Lalu pihak mafia menjualnya kepada keperusahaan tambang dan lain-lain dengan harga BBM industri. Berapa kerugian negara?

Kalau misalnya 30 juta kilo liter x Rp11.500 = Rp345 miliar. Berapa keuntungan oknum BUMN? Berarti 30 juta kilo liter x Rp5.500 = Rp165 miliar. Sementara keuntungan bagi swasta (mafia minyak) 30 juta kl x Rp6.000 = Rp180 miliar.

Kemudian data realisasi alokasi BBM subsidi per sektor pada 2013 tercatat transportasi darat eks SPBU/APMS Premium 29.146.000 KL dan solar 13, 620.178 KL, PT Kereta Api Indonesia (KAI) 212.000 KL solar, PT Pelni 201.000 KL solar, ASDP 98.288 KL solar, kapal perintis 37.013 KL Solar, nelayan dan usaha kecil 1.711.000 KL solar serta minyak tanah di daerah yang belum terkonversi 1.100.000 KL Data di atas merupakan angka realisasi 2013, sedangkan prognosa 2014 by percentage kurang lebih sama, begitu juga untuk prognosa 2015 – 2016 saat ini.

Imbuh Aziz, jadi mafia minyak itu bukan di sektor import karena memang pengadaan BBM impor dilakukan secara terbuka melalui tender secara internasional.
Tak hanya itu, harga minyak mentah yang akan mengikuti tender juga bisa dilihat di internet secara real time dengan mengakses Platts secara berlangganan. Platts adalah penyedia jasa informasi energi terbesar di dunia, jasa informasi tidak terbatas pada minyak, namun juga gas alam, kelistrikan, petrokimia, batubara dan tenaga nuklir. PT Pertamina juga selalu membeli minyak impor dengan harga di bawah Platts atau harga pasar internasional.

Menyangkut mafia minyak di sektor hilir yaitu yang bermain-main dengan BBM subsidi jelas akan menggerogoti kas negara. Kalau saja dari total subsidi BBM dan listrik tahun ini diperkirakan menembus angka Rp392 triliun kemudian dikorupsi 20% tentu bukanlah nilai yang sedikit.

Jadi hal ini jelas mengenai ribut-ribut mafia minyak yang ditudingkan banyak pihak ternyata salah sasaran. Mengingat potensi penyelewengan dan kongkalikong bisnis minyak dan gas sebenarnya bukan di sektor impor tapi hilir dalam negeri. Korbannya adalah rakyat kecil yang seharusnya menikmati subsidi BBM. ( IP - *** )



Berita Lainnya