Kamis , | WIB

Jumat, 01 Juli 2016 - 22:32:03 WIB
ADA KEBOCORAN DI BEA CUKAI
Pelabuhan - Dibaca: 1735 kali


DIDUGA IMPOR DAGING SAPI BEKU TAPI DOKUMENNYA KULIT OLAHAN

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM - Setelah gagal memasukan tujuh container daging sapi beku impor secara ilegal dari India di Pelabuhan Tanjung Priok pada tanggal 6 Januari 2016, disebabkan Petugas Ditjen Bea Cukai mencurigainya di dalam kontainer dilengkapi pendingin mencapai 20 drajat celcius. Menurut sumber yang dihimpun Intelijenpost mengatakan, dalam laporan Ditjen Bea Cukai pada tanggal 7 Januari 2016, kantor Bea Cukai menerbitkan Nota Hasil Intelijen ( NHI ).

Sebelumnya, Intelijenpost juga mendapat informasi dari sumber tadi mengatakan, berdasarkan data Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan menyebutkan, pada tanggal 6 Januari 2016, ada kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Priok membawa tujuh kontainer berisikan daging dari India, tapi dalam dokumen disebutkan isi kontainer adalah kulit olehan ( wet blue ). Kemudian pada tanggal 22 Januari 2016, kontainer itu baru dibongkar digudang milik importir di Cileungsi, Bogor dan menemukan isi di dalamnya berupa daging sapi beku.

Selanjutnya pada awal bulan Juni 2016, Intelijenpost dihubungi via telepon oleh sumber ini dari Jakarta mengatakan, tolong investigasi lanjut ada kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membawa tujuh kontainer berisikan daging dari India, juga dalam dokumen Pemberitahuan Impor Barang ( PIB ) menjelaskan kulit olahan ( wet blue ).

Menurut dia pelaku impor daging sapi beku tapi dokumennya kulit olahan itu, adalah mfia impor dari India yang bekerja sama dengan pemilik gudang importir di Cileungsi, Bogor tersebut, setelah gagal memasukan daging sapi beku impor secara ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok, sekarang mafia impor itu mengeluarkan kontainernya melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kata sumber ini.

Menindaklanjuti informasi ini, hasil investigasi Intelijenpost di Pelabuhan Tanjung Perak, ada kurang lebih tujuh kontainer yang diduga barang ilegal berisikan daging sapi impor asal India, tapi barangnya yang ditransit melalui pelabuhan di China dan masuk Pelabuhan Tanjung Perak awal bulan Juni 2016, dan barang tersebut sempat masuk di pos Karantina Nilam Barat Surabaya ( ICT ) untuk diperiksa terkait pengambilan sample, tapi hal ini yang diperiksa cuma satu kontainer, sedang enam kontainer lainnya dibiarkan bebas keluar oleh petugas Karantina ICT tersebut.    

Unggahnya berita ini, Intelijenpost harap Presiden Joko Widodo segera memanggil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan jajarannya guna membicarakan upaya penghentian kebocoran penerimaan negara melalui cukai menyusul adanya praktik impor barang ilegal.

Imbuh Intelijenpost, kegiatan impor komoditas dalam jumlah besar patut dicurigai dikuasai oleh jaringan mafia, terbukti beberapa kali terbongkar adanya praktik impor ilegal, tapi penyelesaian persoalannya tidak pernah tuntas. “Jika Pemerintah serius dan tidak ada elite di pemerintahan yang turut ‘bermain’, persoalan impor ilegal dapat segera diatasi,”

Intelijenpost  menilai, Ditjen Bea Cukai sebagai pintu masuk impor barang agar lebih memperketat pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Pemred Intelijenpost juga menghimbau agar Presiden Joko Widodo segera memanggil Menteri Keuangan dan jajarannya seperti Dirjen Bea Cukai. “Upaya mengatasi praktik-praktik impor ilegal hendaknya tidak seperti pemadam kebakaran, tapi terus dilakukan sehingga dapat membersihkan hingga ke akarnya,” pintanya.

Intelijenpost menegaskan, pengawasan terhadap impor barang, bukan hanya daging tapi produk lainnya. Jika Pemerintah mampu menyelesaikan praktik impor ilegal, kata dia, maka potensi penerimaan negara dari sektor cukai dapat dimaksimalkan.

Tutup Intelijenpost,  juga mendukung jika KPK dilibatkan untuk memberikan “shock theraphy” di sektor impor komoditas dimaksud. “Jika dilakukan ‘shock therapy’, misalnya OTT (operasi tangkap tangan) di bagian itu, ya bagus. Dari situ KPK dapat mengungkap siapa sebenarnya jaringannya,” katanya. ( IP – LA )

Berita Lainnya