Minggu , | WIB

Kamis, 04 Agustus 2016 - 22:00:18 WIB
HAKIM DAN PRADILAN MENURUT PANDANGAN AGAMA ISLAM
Kabar Redaksi - Dibaca: 1155 kali


Oleh : Pimpinan Redaksi Intelijen Post, Sultan Ode Lahane Aziz

Posisi hakim dalam Islam mendapat tempat yang penting. Setidak – tidaknya, hal ini dapat dilihat dari berbagai dalil ( dasar hukum ) tentang hakim, baik yang ada dalam Al – Quran maupun Hadist. Mengenai pandangan Islam terhadap profesi hakim dapat dilihat dari ayat – ayat Al – Quran maupun Hadist – Hadist berikut ini :

“ Hai Dawud, sesungguhnya kami menjadikan kamu sebagai khalifah ( penguasa ) di bumi, maka berikanlah keputusan ( perkara ) di antara manusia dengan adil. “ Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang di turunkan Allah.”

“Maka demi Tuhanmu, mereka ( pada hakekatnya ) tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” Wahai orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar – benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu – bapak dan kaum kerabatmu.

Jika ia kaya maupun miskin, maka Allah lebih tahu kemasalahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan, jika kamu mutarbalikan ( kata – kata ) enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

“Apabila hakim telah melakukan ij’tihad dan ternyata ij’tihadnya benar, maka ia memperoleh dua ganjaran pahala, dan apabila ij’tihad dan ternyata ij’tihadnya keliru, maka ia memperoleh satu ganjaran pahala.”

“Hakim itu ada tiga golongan, satu golongan masuk surga dan dua golongan masuk neraka. Adapun yang masuk surga adalah hakim yang mengetahui / memahami kebenaran hukum dan ia memutus perkara berdasarkan kebenaran itu. Adapun golongan hakim yang masuk neraka adalah hakim yang mengetahui/ memahami kebenaran hukum tapi ia sengaja  memutus perkara secara menyimpang dari kebenaran itu, dan hakim yang memutus perkara atas dasar kebodohan ( ketidaktahuan ).”

“ Tidak boleh dengki kecuali pada dua orang: pada seorang laki – laki yang dianugrahi Allah harta, lalu dia curahkan sampai habis untuk membela kebenaran, dan pada seorang laki – laki yang dianugrahi Allah kebijaksanaan, lalu ia memutus perkara dan bersama dengan bijaksana.”

“ Tahukah kamu siapa orang – orang yang lebih dahulu sampai kepada naungan Allah pada hari kiamat nanti ? Mereka ( para sahabat ) menjawab : Allah dan Rasul –nya yang lebih mengetahuinya. Ia bersabda : ( yaitu ) mereka, yang apabila diberi hak kepadanya maka mereka menerimanya, dan apabila hak itu diminta maka ia serahkannya, dan apabila mereka memutuskan perkara bagi kaum muslimin maka mereka bertindak seperti memutuskan perkara terhadap diri mereka sendiri.”

“ Pada hari kiamat nanti, qadli ( hakim ) yang adil akan dibawa, kemudian karena beratnya pemeriksaan, ia mengkhayal, ( alangkah baiknya kalau seandainya ) ia tidak pernah memutuskan hukum diantara dua orang ( yang berselisih ) tentang sebiji buah sama sekali.”

Berita Lainnya