Kamis , | WIB

Selasa, 16 Agustus 2016 - 13:22:19 WIB
Mencabut Gigi Dapat Mempengaruhi Syaraf Mata? Ini kata Drg David
Gaya Hidup - Dibaca: 534 kali


Sudah menjadi hal yang wajar (mungkin saking seringnya) kalau pasien yang mau berobat ke dokter gigi menanyakan kalau mencabut gigi bisa mempengaruhi syaraf mata, siapa yang tidak khawatir kalau mencabut gigi bisa membahayakan mata kita.

Pencabutan gigi tidak mempengaruhi syaraf mata, banyak pasien yang mencabut gigi di rahang atas syaraf mata tidak terpengaruh, memang ada sebagian kecil kasus yang demikian, tapi itu karena giginya bermasalah sebelum dicabut, seperti gigi sedang infeksi, kalau gigi infeksi di cabut maka infeksinya bisa meluas dan organ lain kena dampaknya termasuk mata, menurut Drg David.

Untuk mencegah hal itu, ada beberapa aturan baku yang mesti ditaati dalam masalah pencabutan gigi. Apa aja sih?


Dilarang Merahasiakan Penyakit

Berterus terang atau jujur kepada dokter misalnya anda pernah dan sedang mengidap penyakit tertentu. Apakah itu jantung, kencing manis, alergi terhadap obat tertentu, kelainan darah, mengonsumsi narkoba, atau sedang dalam masa pengobatan. Informasi ini sangat berguna untuk mencegah komplikasi anestesi. Setiap orang punya reaksi berbeda terhadap obat. Jadi ya itu tadi, setiap orang nggak sama alias punya riwayat kesehatan yang berbeda.

Kalau Sakit Gigi, Jangan Dicabut Dulu

Jangan memaksa dokter gigi untuk mencabut gigi yang sedang meradang, sakit, merah, dan bengkak. Apalagi posisi gigi sedang nggak bisa digunakan untuk mengunyah. Infeksi harus diredakan dulu dengan obat-obatan antibiotika.

Patuh dengan Anjuran Dokter Gigi

Ikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter gigi langgananmu. Minum segera obat yang sudah diresepkan. Banyak pasien yang tidak minum obat secara teratur (obat antibiotika harus sampai habis, meski sakit sudah pulih), maka risiko infeksi sebelum dan sesudah cabut gigi pun menjadi besar.

Mencabut gigi tidak boleh disepelekan, harus di lakukan dengan baik dan benar, kejujuran pasiaen juga diperlukan dalam mendiagnosis kesehatan pasien, jadi jangan pernah berbohong sama dokter ya...

Semoga bermanfaat


Berita Lainnya