Kamis , | WIB

Minggu, 06 November 2016 - 10:20:39 WIB
HAKIM MEMUTUSKAN PERKARA
Kabar Redaksi - Dibaca: 446 kali


Intelijenpost.com

YANG DINILAI KURANG TANGGUNG JAWAB DALAM PERSIDANGAN

Pemred Intelijenpost : Sultan Ode Lahane Aziz

Adapun tanggung jawab hakim dalam persidangan adalah sebagai berikut :

      1 Bersikap dan bertindak menurut garis – garis yang ditentukan dalam Hukum Acara yang berlaku, dengan memperhatikan asas – asas peradilan yang baik, yaitu :

 

a. Menjunjung tinggi hak seseorang untuk mendapat putusan ( right to a decision ) dimana setiap orang berhak untuk mengajukan perkara dan hakim dilarang untuk menolak mengadilinya kecuali ditentukan lain oleh Undang – Undang serta putusan harus dijatuhkan dalam waktu yang pantas dan tidak terlalu lama ;

b. Semua pihak yang berperkara berhak atas kesempatan dan perlakuan yang sama untuk didengar, diberikan kesempatan untuk membela diri, mengajukan bukti – bukti, serta memperoleh informasi dalam proses pemeriksaan ( a fair hearing );

c. Putusan dijatuhkan secara obyektif tanpa dicemari oleh kepentingan pribadi atau pihak lain ( no bias ) dengan menjunjung tinggi prinsip ( nemo judex in resud );

d. Putusan harus memuat alasan – alasan hukum yang jelas dan dapat dimengerti serta bersifat konsisten dengan penalaran hukum yang sistematis, dimana argumentasi tersebut harus diawasi dan diikuti serta harus dapat dipertanggung jawabkan guna menjamin keterbukaan dan kepastian hukum dalam proses peradilan;

e. Menjunjung tinggi hak – hak asasi manusia.

2.Tidak dibenarkan menunjukan sikap memihak atau bersimpati atau pun antipati kepada pihak – pihak yang berperkara, baik dalam ucapan maupun tingkah laku ;

3. Harus bersikap sopan, tegas dan bijaksana dalam memimpin sidang, baik dalam ucapan maupun dalam perbuatan;

4. Harus menjaga kewibawaan dan kehidmatan persidangan, antara lain serius dalam memeriksa, tidak melecehkan pihak – pihak, baik dengan kata – kata maupun dalam perbuatan ; dan,

5. Bersungguh – sungguh mencari kebenaran dan keadilan.

Berbagai sifat dan sikap hakim tersebut di atas dipandang perlu untuk dicantumkan karena pada hakekatnya segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksana tugas pelaksana hukum dan keadilan tersebut, baik dan buruknya, adalah bergantung pada manusia pelaksananya dalam hal ini pribadi sang hakim.

Mengenai tanggung jawab profesi hakim di Indonesia dapat dilihat dari beberapa peraturan perundang – undangan, antara lain;

1. Undang – Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman.

Dalam Undang – Undang ini, dapat beberapa tanggung jawab profesi hakim yang harus ditaati oleh hakim Indonesia, yaitu :

a. Hakim wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai – nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat ;

b. Dalam mempertimbangkan berat ringannya pidana, hakim wajib memperhatikan pula sifat yang baik dan jahat dari terdakwa ;

c.  Hakim wajib mengundurkan diri dari persidangan apabila terikat hubungan keluarga sedara atau semenda sampai derajad ketiga atau hubungan suami – istri meskipun telah bercerai, dengan ketua, salah seorang hakim , anggota, jaksa, advokat atau penitera. ( Intelijenpost )

 



Berita Lainnya