Kamis , | WIB

Senin, 07 April 2014 - 22:59:20 WIB
TKI ILEGAL MEWARNAI BISNIS OKNUM PETUGAS
Hukum & Kriminal - Dibaca: 11343 kali


 Intelijen Post, Surabaya Tenaga Kerja Ilegal ( TKI ) silih berganti keluar – masuk Negara Jiran ( Malaysia ) setiap tahun Badan Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia ( BPTKI ) yang bermasalah dipulangkan dari Negara Jiran tersebut ke – Indonesia  dengan jumlah ratusan orang, data ini kami himpun dari BPTKI atau Dinas Tenaga Kerja ( Disnaker ) Jawa Timur.

     Padahal Negara tetangga ( Pemerintah Malaysia ) sudah melarang Tenaga Kerja Indonesia untuk masuk ke Wilayah toritorialnya sebagai pencari kerja, namun sangat disayangkan larangan ini tidak digubris oleh tenaga kerja illegal dimaksud, dan kenapa bisa lolos masuk TKI kenegara tetangga ini karena diduga oknum petugas Disnaker, Imigrasi ada kerja sama dengan pihak pengurus pengepul tenaga kerja, makelar atau para Tekong.

     Belum lama ini, kapal KM. Umsini mengangkut Tenaga Kerja Ilegal ( TKI ) yang bermasalah atau tenaga kerja deportasi yang dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia dengan berjumlah ratusan orang dan tenaga kerja tersebut berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur maupun dari daerah Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Jadi kapal ini ( KM. Umsini ) sandar dan menurunkan penumpang TKI di pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak serta lanjut berangkat ke – NTT sampai kewilayah Papua.

     Pada saat TKI berada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Intelijen Post coba konfirmasi dengan beberapa orang sebut saja Ikhsan mengatakan, kami masuk ke Malaysia melalui pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Batam atau melalui pulau – pulau kecil yang berbatasan dengan Negara Jiran dimaksud, dengan menumpangi kapal nelayan dan kapal berukuran kecil yang sudah disediakan pengurus, Tekong, ujarnya.

     Intelijen Post juga berbincang – bincang dengan salah satu oknum petugas Disnaker Jatim yang berinsial SL terkait TKI yang dipulangkan ( deportasi ), gimana lagi mereka ini berani secara illegal masuk di Malaysia, karena semua ini terpaksa, sebab sudah menyangkut urusan perut sehingga kami petugas Disnaker tidak terlalu mempermasalahkan apalagi anggaran untuk pemulangan TKI bermasalah tersebut sudah disediakan anggarannya, ungkap SL.

     Hasil pemantauan Intelijen Post dikantor Imigrasi Tanjung Perak yang berdomisili di Jl. Darmo Satelit Surabaya dan kantor Imigrasi Waru – Sidoarjo, para pengurus dan Tekong banyak bergentayangan menawarkan jasa pengurusan Pasport maupun dokumen lain yang berhubungan dengan pengiriman tenaga kerja illegal ini, walaupun KTP dan alamat di lain tempat bias diproses asalkan jasa pembayarannya berlipat ganda dari dana pengurusan yang resmi, modus operandi ini didapat IP pada saat berada dilokasi Imigrasi – imigrasi tersebut, ujarnya.

     Jadi turunya berita ini, Intelijen Post  minta kepada instansi pemerintah yang berkopeten dengan permasalahan urusan dokumen, pengiriman tenaga kerja Indonesia atau dengan berbagai penyimpangan yang dapat merugikan Negara di kedua Kantor Imigrasi tersebut supaya segera diambil tindakannya.         ( LA ) 



Berita Lainnya