Rabu , | WIB

Senin, 07 April 2014 - 23:09:55 WIB
DIDUGA PENYIMPANGAN DANA DAK DI LUWUK BANGGAI, KEPALA SEKOLAH MAIN SUNAT
Hukum & Kriminal - Dibaca: 20804 kali


INTELIJENPOST.COM, Luwuk Banggai Aliran dana DAK yang diturunkan pemerintah pusat sekitar kurang lebih Rp. 35 Meliyar, untuk Kabupaten Luwuk Banggai anggaran bulan Oktober tahun 2013, dana tersebut sudah cair dan dibagikan kesekolah SD, SMP dan SMA.

Menurut data dan informasi yang dihimpun Intelejen Post, adanya dana Rp. 35 Meliyar tersebut mengucur ke – sekolah – sekolah, ternyata dana dimaksud jadi bancakan Kepala Sekolah karena menyalahgunakan jabatan dengan memotong alias menyunat dana DAK sebesar 20%.

Disisi lain ikut sertanya Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Luwuk Banggai Harris Dayanun terkait dana DAK dan bahkan juga ikut membekengi permainan aliran dana tersebut, padahal kalau dilihat dari jabatan dan Dinasnya tidak ada kaitannya ( bukan tupoksinya )mengapa ikut campurtangan dengan dana DAK dimaksud.

Sementara itu supaya dana DAK ini tersalur sesuai peruntukannya, Intelejen Post minta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) untuk segera menurunkan tim ke Kabupaten Luwuk Banggai – Sulawesi Tengah, untuk memeriksa Kepala Sekolah maupun Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga tersebut yang ikut membekengi dana DAK yang dijadikan bancakan uang negara.

Dengan turunnya berita ini, masyarakat Luwuk Banggai mengharapkan KPK serius menangani kasus aliran dana DAK karena hal ini kepedulian pemerintah terhadap pendidikan, apalagi pelaku pelaku – nya Kepala Sekolah dan Kepala Kantor Dinas pemerintah ini sudah jelas menciptakan kinerja paling buruk di Kabupaten Luwuk Banggai, cetusnya.

Jadi sangat disayangkan kalau Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) lamban menangani kasus ini dan dibiarkan berlarut – larut sehingga oknum Kepala Sekolah dan Dinas pemerintah yang ikut terlibat dibiarkan bergentayangan dibumi Luwuk Banggai, masyarakat akan kecewa dan krisis kepercayaan  kepada KPK  apalagi sangat getol – getolnya memeriksa dan menahan para pelaku koruptor.

Bermuaranya kasus – kasus dan terlibatnya para pejabat koruptor dan KPK sudah menyeret maupun mencobloskan dalam penjara, hal ini rakyat akan mendukung penuh dan mengabaikan goncangan politik untuk menjepit langkah gerak  KPK kedepan nanti, istilanya biar Anjing menggonggong Kafila tetap berlalu, “ sekali KPK tetap KPK, tegasnya. ( LA – GUS )



Berita Lainnya