Minggu , | WIB

Selasa, 08 April 2014 - 09:53:45 WIB
LSM MENANGGAPI TENTANG POLISI STRES
Halo Polisi - Dibaca: 11412 kali


Intelijen Post, Surabaya Permasalahan bawahan ( Anggota ) yang saat ini sudah dijadikan tersangka Brigadir SUSANTO terkait penembakan AKBP, PAMUJI di Polda Metro Jaya belum lama ini, Ketua DPD.LSM.Pemantauan Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA-PPD ) Jawa Timur LAHANE  AZIZ sekaligus sebagai eks WK.Hukum – Kriminal ( HK ) Koran Milik Penerangan Mabes Polri mengatakan, profesi Polisi memiliki derajat tingkat stress cukup tinggi.

     Hal ini disebabkan tugas, dan pekerjaannya yang kompleks ( dunia kejahatan ) hampir tak ada waktu santai apalagi refresing untuk rekreasi karena kasus datang susul menyusul ibarat perang yang tak pernah berakhir ( never ending war ).

     Tampaknya Lahane Aziz coba membedakan antara tingkat stress dan tingkat bahaya dari pekerjaan Polisi. Menurutnya, meskipun Polisi memiliki tingkat stress tinggi namun pekerjaannya tidak membahayakan dirinya dengan kasus – kasus yang dihadapi, pendapat ini didukung dua alasan.

     Pertama ada mitos kuat dikalangan penjahat sekaliber apapun harus menghindari melawan Polisi karena melawan Polisi akan semakin menyulitkan penjahat dan sindikatnya. Kedua, Polisi selalu mengedepankan kontak damai dalam arti sependapat mungkin menghindarkan penggunaan kekerasan disetiap pelaksanaan tugasnya.

     Karena itu Polisi dalam menjalankan seluruh kariernya hampir tanpa perkelahian apalagi menggunakan senjata. Tetapi apakah kajian Lahane Aziz tersebut benar atau setidaknya tepat apabila dikorelasikan dengan pekerjaan Polisi di Negara Kesatuan Repoblik Indonesia ( NKRI ), ternyata tak semuanya benar.

     Dalam hal Kepolisian sebagai profesi yang memiliki tingkat stress tinggi, kita sependapat. Namun dalam hal tingginya tingkat stress Polisi tak membahayakan Polisi, kita tak sependapat karena tingkat stress dan tingkat bahaya bagi Polisi saling mempengaruhi, ujarnya.

     Kajian tingkat perbandingan Polisi Amerika dan Polisi Indonesia. Polisi AS boleh bilang tingkat stress tak membahayakan Polisi, mungkin karena ditopang tingkat kesejahteraan Polisi AS yang bagus. Tetapi bagaimana tingkat kesejahteraan Polisi Indonesia ? adalah yang terendah di Asean bahkan didunia, ungkap LSM.

     Bagaimanapun analisis Ketua LSM ini patut dikaji dan dikorelasikan dengan berbagai kasus stress Polisi di Negara Kesatuan Repoblik Indonesia ( NKRI ) yang tidak saja membahayakan dirinya tetapi juga membahayakan orang lain bahkan terhadap rekan sesame Polisi sendiri . Apalagi Polri saat ini tidak hanya menghadapi tingkat kesejahteraan yang rendah tetapi berbagai kendala yang rumit meliputi kekurangan dana, sarana, personil dan dukungan sosial politik yang belum kondusif.  ( Tim – Red  )

Berita Lainnya