Kamis , | WIB

Rabu, 01 Februari 2017 - 22:01:22 WIB
HIMPUNAN INFORMASI DI SUDAN
Dunia - Dibaca: 164 kali


Intelijenpost.com

TIM INVESTIGASI DUGAAN PENYELUNDUPAN SENJATA

Jakarta, INTELIJENPOST.COM

Sesuai mengenai tim investigasi dugaan penyelundupan senjata dari Kementerian Luar Negeri dan Polri sudah sampai di Sudan. Mereka tiba pada Minggu, 29 Januari 2017. Selama dua hari setelahnya, tim investigasi bertemu dengan sejumlah pihak mulai dari pemerintah Sudah hingga Police Commisioner dari Unamid. "Jadi (tim) belum masuk ke substansi (penyelidikan dugaan penyelundupan senjata)," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Menyangkut masalah ini, bahkan tim investigasi belum bertemu dengan Kontingen Polri Formed Police Unit ke-8 yang dituduh menyelundupkan senjata. Tim baru akan bertemu para personel Polri Kamis (2/2/2017) besok.

Lantas kepada para pejabat pemerintahan Sudan dan pejabat Unamid, tim investigasi menghimpun informasi soal aktivitas FPU-8 selama mengemban misi perdamaian di Sudan. Hasilnya pun positif. "Mereka sangat mengapresiasi peran Indonesia. Termasuk kontingen Polri (FPU-8 yang dituduh menyelundupkan senjata). Kontingen kita dinilai salah satu yang terbaik," ujar Retno.

Maka oleh sebab itu, pemerintah Sudah dan pejabat Unamid juga berkomitmen untuk memberikan kerja sama yang baik dengan tim untuk mengusut kebenaran dugaan penyelundupan senjata itu. Tim dijadwalkan berada di Sudan hingga 7 Februari 2017 yang akan datang.

Menlu Retno berharap hingga pada waktu itu, tim sudah menemukan hasilnya. Ia juga tidak menutup kemungkinan keberadaan tim di Sudan bisa diperpanjang hingga beberapa waktu ke depan. Kronologi kejadian tersebut yakni pada 15 Januari 2016, rombongan sejumlah 139 orang bertolak ke bandara untuk kembali ke Indonesia. Barang-barang mereka dimasukkan ke dalam dua kontainer dan dibawa ke bandara.

Kemudian barang-barang itu dimasukkan ke mesin deteksi, namun tiba-tiba seorang petugas menunjuk sebuah koper, apakah milik rombongan Indonesia. Karena warna kopernya berbeda dan tak ada label Indonesia, mereka membantah memiliki koper tersebut. Ternyata, setelah dideteksi, dalam koper itu berisi senjata. Secara tegas, rombongan yang dipimpin oleh AKBP John Huntalhutajulu membantah koper tersebut milik mereka. John dan rombongan menduga koper tersebut tercampur dengan koper mereka. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya