Minggu , | WIB

Kamis, 09 Februari 2017 - 21:59:10 WIB
BUPATI HALMAHERA JIKA PEKAN DEPAN MANGKIR KPK JEMPUT PAKSA
Hukum & Kriminal - Dibaca: 220 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Komisi Pemberantasan Korupsi mengancam akan menjemput paksa Bupati Halmahera Timur Rudy Irawan untuk bersaksi di hadapan penyidik. Sebabnya, sudah dua kali dipanggil, Rudy selalu mangkir.

"Mengenai dilakukan pemanggilan atas dasar perintah hakim, Rudy Irawan, Bupati Halmahera Timur, sudah dipanggil dua kali tidak datang," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Februari 2017.

Dia ( Febri ) mengatakan, pemeriksaan terhadap Rudy terkait dengan dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2016. Pemanggilan Rudy, kata Febri, merupakan perintah majelis hakim yang memutus perkara suap PUPR dengan terdakwa Amran H.I. Mustary.

Sementara menurut Febri, penyidik akan memberi kesempatan kepada Rudy untuk datang saat pemeriksaan pada 13 Februari 2017. Namun, jika ia mangkir lagi, KPK terpaksa menjemput paksa. "Sebaiknya saksi hadir. Kalau tidak hadir pemanggilan ketiga ini akan dipertimbangkan panggilan paksa," kata Febri.

Bahkan sebelumnya, di persidangan dengan terdakwa Amran, seorang saksi bernama Imran Djumadil mengatakan Rudy pernah mendapatkan duit Rp 6,1 miliar dari pengusaha pemenang tender proyek PUPR. ( IP – DW ) 

 



Berita Lainnya