Kamis , | WIB

Sabtu, 11 Februari 2017 - 16:25:28 WIB
PERWIRA POLDA NTB MENINGGAL DUNIA MOBIL DITERJANG AIR BAH
Halo Polisi - Dibaca: 258 kali


Intelijenpost.com

Mataram, Intelijenpost.com

Sesuai menyangkut seorang perwira Sekolah Polisi Negara Kepolisan Daerah Nusa Tenggara Barat  Ajun Komisaris Besar Lenap, 56 tahun, tewas akibat terseret air bah di sungai yang dilintasinya, Sabtu dini hari, 11 Februari 2017. Korban melintasi jembatan di Dusun Pedamekan, Desa Belanting karena tiga jembatan yang menghubungkan desa lain di Lombok Timur putus akibat terjangan banjir  tiga hari sebelumnya.

Selanjutnya korban menuju Sekolah Polisi Negara mengendarai mobil Karimun memutar melewati Kabupaten Lombok Utara. ''Sewaktu melintasi sungai di sana, tiba-tiba datang air bah yang menghanyutkannya,'' kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTB Tri Budi Pangastuti.

Sementara korban beserta kendaraannya ditemukan oleh warga sekitar pukul 07.00 WITA  dalam keadaan meninggal dunia. Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat Muhammad Rum mengatakan pada Kamis 9 Februari 2017 pukul 02.00  terjadi banjir bandang di Desa Sambelia. Banjir mengakibatkan putusnya jembatan di kota kecamatan sehingga menyulitkan akses dari dari arah Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya.

Kemudian banjir terjadi lagi pada Sabtu 11 Februari 2017 pukul 02.30 WITA setelah hujan lebat mulai tengah malam. Di Desa Sambelia, banjir memutuskan jembatan serta akses jalan. Selain itu, dua rumah hanyut total dan  11 rumah hanyut separuhnya. Di Desa Sugian, tanggul Sungai Kokok Pedek jebol sehingga akses jalan terganggu. Satu ekolah dasar rusak berat, satu rumah rusak berat, 75 rumah rusak ringan. Di Desa Darakung, daerah Mengabaya, banjir juga mengakibatkan akses jalan terputus. Hal yang sama dialami Dusun Batusela sehingga sehingga warga terisolir.

Lantas banjir juga melanda Kabupaten Sumbawa selama lima hari terakhir ini. Dikutip dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, terdapat 40.291 jiwa penduduk terdampak banjir di tujuh kecamatan se-Sumbawa, yaitu Kecamatan Labuan Badas, Empang, Terano, Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Utara dan Moyo Hilir.

Bahkan sebanyak 40.291 jiwa terdampak banjir. Banjir di  Labuan Badas, Empang, Terano, Sumbawa, dan Unter Iwes menyebabkan 31.670 jiwa atau 8.375 kepala keluarga turut terdampak. Saat ini banjir mulai berangsur surut. Sedangkan banjir di Kecamatan Moyo Utara menybabkan  5.669 jiwa atau 1.402 kepala keluarga ikut terdampak dan di Kecamatan Moyo Hilir 2.952 jiwa masih tergenang banjir 30-70 sentimeter.

Mengenai pengungsi bolak-balik ke rumah dari tempat pengungsian di masjid dan kantor pemerintah daerah. Sedangkan pengungsi yang terisolir di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir bertahan dengan memanfaatkan rumah panggung, baik milik pribadi atau tetangga. Pengiriman bantuan terkendala karena tidak dapat diakses oleh kendaraan, hanya dapat dengan perahu karet. ( IP – *** )

 



Berita Lainnya