Selasa , | WIB

Rabu, 15 Februari 2017 - 23:01:47 WIB
LSM SEBUT MAHKOTA AGUS FEISAL YANG HILANG KINI DIRAIHNYA DI BUTON SELATAN
Nusantara - Dibaca: 283 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, dengan semangat yang berkobar serta tak pernah patah arang, akhirnya Agus Feisal Hidayat yang pernah hilang mahkotanya kini diraihnya di Kabupaten Buton Selatan, setelah selesai mengikuti calon Pilkada, hari Rabu, ( 15/2/2017 ) baru lalu, dan sudah dipastikan unggul dari lawan – lawan politiknya, ujar Aziz.

Walau demikian Kabupaten Buton Selatan merupakan pemekaran dari Kabupaten Buton, tetapi  Pilkada 2017 di kabupaten sudah dipastikan berlangsung sengit. Di Pilkada Kabupaten Buton Selatan, Partai Demokrat mengusung kadernya Agus Feisal Hidayat SSos MSi (sebagai cabup) dan H  La Ode Arusani SE (cawabup).

Selanjutnya, Agus Feisal  bukanlah nama baru dalam kancah perpolitikan di wilayah Buton. Tahun 2011 , ia pernah maju di Pilkada Kab Buton dan menang. Sayangnya kemenangan itu digugat di Mahkamah Konstitusi dan Agus Feisal kehilangan “mahkotanya” dalam gugatan tersebut, namun mahkota itu diraihnya kembali di Kabupaten Buton Selatan dalam Pilbup saat ini, ucap Aziz.

“Kemudian menurutnya di tahun 2011 itu, hasil perolehan suara saya mencapai 32 persen. Saya dinyatakan menang satu putaran dan  lawan saya (akhirnya menjadi bupati Buton) memperoleh 22 persen. Tetapi saya digugat di Mahkamah Konstitusi.  Padahal Bawaslu sudah menyatakan KPU telah benar melaksanakan verifikasi faktual dan administrasi,” berujar Agus Feisal menceritakan tentang kemenangannya yang hilang pada web demokrat di Kantor DPP-PD, Wisma Proklamasi 41, Jakarta Pusat, Senin (29/8).

Lantas seperti kata pepatah, orang tak pernah jatuh itu biasa, tetapi yang jatuh kemudian bangun;  jatuh dan bangun lagi baru luar biasa, Agus Feisal memilih menjadi orang luar biasa.  Ia kembali mencalonkan diri sebagai  Bupati di Buton Selatan. Ia yakin akan meraih kembali “mahkota” yang hilang, tuturnya.

Sementara berkat kerja keras dan elektabilitasnya, Agus Feisal menerima rekomendasi DPP-PD yang ditandatangani Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen Partai Demokrat Dr Hinca IP Pandjaitan di Kantor DPP-PD pada 26 Agustus 2016.

“Dengan ini saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah ini kepada Bapak Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono serta seluruh Pimpinan dan kader Partai Demokrat,”  Agus Feisal menyampaikan.

Namun belajar dari pengalaman masa lalu,  Agus Feisal  berharap pada partai pengusung, khususnya Demokrat, agar proses demokratisasi dari masyarakat yang sudah menentukan pilihan politiknya dikawal hingga akhir, termasuk jika ada gugatan ke MK. Agus Feisal mengharapkan hal itu karena ia pernah merasakan pahit dan getirnya jika hasil pilihan rakyat tidak diakui.

“Lalu jika hasil pilihan rakyat tidak diakui maka daerah itulah yang menjadi korban. Keputusan yang  nondemokratis akan mempengaruhi pola kepemimpinan di daerah. Kebijakan bupati atau walikota itu akan semau-maunya. Mereka  tidak mengindahkan hukum dan tidak merasa takut pada aturan yang harus ditaati kepala daerah,” Agus Feisal menggambarkan.

Dia ( Agus Feisal ) lantas mengisahkan, ketertarikannya pada Partai Demokrat sudah berlangsung lama, karena sesungguhnya keluarga besarnya juga bergabung di Partai Demokrat. Adiknya adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kota Baubau Sultra dua periode, sedangkan ibunya adalah Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat Prov Sultra.  Tak hanya itu, keluarga besar Agus Feisal berperan besar dalam mengembangkan Demokrat di Sultra.

Maka kini dari 20 kursi DPRD Kab Buton Selatan, Agus Feisal telah mendapat dukungan 6 kursi. Sudah lebih dari cukup untuk maju ke Pilkada Kab Buton Selatan (yang mensyaratkan dukungan minimal 4 kursi). Agus Faisal didukung koalisi Partai Demokrat, Hanura, PDIP, dan Golkar. Jumlah dukungan ini besar serta akan semakin banyak mendapat suara pemilih.

Karena nawaitu Agus Feisal yang berperan besar dalam mendirikan Kab Buton Selatan, berharap agar para kader Demokrat di kabupaten pemekaran itu berjuang mengawal perjuangannya memenangkan pilkada, sehingga kemenangan itu bisa dinikmati masyarakat yang telah menentukan pilihannya. Ia juga meyakini masyarakat Buton Selatan akan memilih berdasarkan hati nurani dan tidak merestui cara-cara memenangkan pilkada yang membeli hati nurani. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya