Rabu , | WIB

Kamis, 16 Februari 2017 - 11:45:06 WIB
GP3-SI MINTA KAJI ULANG HARI PERS NASIONAL
Nasional - Dibaca: 219 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Sesuai menurut paguyuban Generasi Penerus Perjuangan Pers – Seluruh Indonesia ( GP3 – SI ) yang tergabung di dalamnya para pengusaha pers dan pekerja pers ( jurnalis ) , hari ini di Surabaya mengadakan cofee morning dan membicarakan tentang penyelenggaraan Hari Pers Nasional. Dengan pokok pembicaraan bertema "Mengkaji Ulang Hari Pers Nasional,” diselenggarakan di salah satu cafe hotel di Jl. Panglima Sudirman Surabaya.

Mengenai acara ini, sebagai pembicara sekaligus penanggung jawab adalah Ketua paguyuban Generasi Penerus Pejuang Pers – Seluruh Indonesia ( GP3 – SI ) Sultan Ode Lahane Aziz, Wakil Ketua dan senior media Beduar Setinjak SH, Sekretaris Ode Haris, Sip, Bendahara Marudut Tindaon, Spd, serta turut hadir juga para pemilik perusahan pers dan rekan – rekan wartawan.

Lantas Aziz akan berbicara soal aspek historis pers, Marudut akan memberi pandangan dari perspektif pelaku sejarah. Beduar akan mengkritisi soal Hari Pers nasional yang selama ini diperingati setiap 9 Februari.

Menurut Ketua paguyuban GP3 - SI, Aziz, wacana untuk mengkaji ulang hari pers ini sudah menjadi pembicaraan dan perdebatan sejak lama. Dan masalah ide ini,  sudah mulai muncul setelah jatuhnya Orde Baru tahun 1999, yang kemudian mendorong adanya perubahan kebijakan di bidang pers.

Kemudian salah satunya ditandai dengan pencabutan ketentuan tentang Surat Izin Penerbitan Usaha Pers (SIUPP) dan tak adanya lagi wadah tunggal organisasi wartawan. " Pembicaraan  ini untuk mencari solusi atas perdebatan soal ini yang selalu muncul setiap 9 Februari," kata Aziz melalui keterangan tertulis.

Aziz menambahkan, GP3 – SI,  KWRI dan PJI berharap pembicaraan ini memberi perspektif yang lebih jelas dan argumentasi yang lebih kokoh untuk penentuan hari pers nasional. "Masukan dari acara cofee morning ini akan dijadikan bahan untuk menyusun rekomendasi HPN kepada Dewan Pers," ujarnya.

Lalu GP3 – SI,  KWRI dan PJI berharap Dewan Pers akan mempertimbangkan rekomendasi ini dan dijadikan sebagai bahan untuk disampaikan kepada presiden soal penetapan Hari Pers Nasional. Yang paling tepat kita mengacu pada sejarah penerbitan pertama koran Bataviase Nouvelles di Indonesia pada, tanggal 7 Agustus 1744, inilah tanggal dan tahun yang pantas dijadikan Hari Pers Nasional ( HPN ).

Sementara Wakil Ketua GP3 – SI dan senior media, Beduar Setinjak SH mengatakan, memang ada pertanyaan soal Hari Pers Nasional yang mendasarkan pada hari lahir satu organisasi wartawan. Dia menganggap penetapan seperti itu kurang tepat dan membuat sejumlah organisasi wartawan lainnya kurang memiliki rasa terhadap tanggal bersejarah itu. "Sebagai hasil pembicaraan ini merupakan upaya untuk menemukan tanggal yang tepat untuk dijadikan sebagai hari pers," katanya.

Lanjut menurut Beduar, ada sejumlah usulan yang bisa diadopsi untuk menetapkan Hari Pers Nasional. Salah satunya adalah menjadikan tanggal terbit surat kabar pertama di Indonesia. Atau bisa juga memakai tanggal lain yang bisa dijadikan momentum atau tonggak kelahiran pers. "Penentuan hari pers nasional harus menggunakan kajian historis dan bisa mengakomodasi kepentingan seluruh masyarakat pers," kata dia. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya