Selasa , | WIB

Minggu, 05 Maret 2017 - 12:21:04 WIB
SERAHKAN BAYINYA KE POLISI PASANGAN PUNK DI TRENGGALEK
Pendidikan & Kesehatan - Dibaca: 326 kali


Intelijenpost.com

Trenggalek, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Kepala Kepolisian Sektor Durenan, Kabupaten Trenggalek Ajun Komisaris Solikhin kaget dengan kehadiran YV, remaja pria anggota kelompok punk jalanan, di kantornya. “Kami kaget saat tiba-tiba diberi bayi,” kata Solikhin, Minggu 5 Maret 2017. YV bercerita, dia menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki yang baru lahir di pinggir jalan kota Trenggalek, Jawa Timur.

Selanjutnya Solikhin dan anak buahnya, tidak begitu percaya dengan omongan YV yang masih berusia 17 tahun. Mereka menginterogasi. YV akhirnya mengakui bahwa bayi itu adalah anaknya dari hubungan seksual dengan NM, 18 tahun, remaja putri, sesama anggota kelompok punk. Menurut YV, dia cukup lama melakukan kebiasaan seks bebas dengan NM hingga akhirnya kekasihnya hamil.

Kemudian selama itu pula keduanya tetap berada di komunitas punk sampai NM melahirkan seorang bayi laki-laki dengan berat 3,2 kilogram. Persolan muncul setelah NM melahirkan bayi laki-laki. Dia tak tahu cara merawatnya. Dalam kondisi terjepit, NM memutuskan pulang ke rumah keluarganya di Kepanjen, Malang untuk mendapat bantuan. Namun apa lacur, tak satupun keluarganya di Kepanjen yang menerima kehadiran NM dan bayinya. Hal itu memaksa NM membawa pergi bayinya untuk bertemu YV.

Lantas kepada kekasihnya, NM meminta agar merawat anak itu dengan dalih tak ada lagi yang mau merawatnya. YV bingung karena harus berperan sebagai ayah. Selama ini hidupnya di jalanan. Alih-alih merawat bayi itu, YV membawanya ke kantor polisi dan menyerahkannya begitu saja. Menurut Solikhin, anggotanya tidak menolak kehadiran bayi itu. Mereka meminta bantuan bidan desa untuk merawatnya di Puskesmas.

Sementara Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek turut dilibatkan dalam penanganan kasus penelantaran anak ini. Sementara anggota polisi yang lain bergerak ke Kepanjen, Malang untuk mencari keluarga NM. “Bagaimanapun keluarganya harus bertanggungjawab atas anak ini,” kata Solikhin. ( IP – AN )

 



Berita Lainnya