Jumat , | WIB

Sabtu, 18 Maret 2017 - 22:47:55 WIB
KETUA KPK DIANGGAP "CENTIL" SEBUT KASUS LEBIH BESAR DARI E-KTP
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 229 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz menyarankan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada publik. Pernyataan Agus mengenai kasus lain yang lebih besar dari dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dianggap sebagai pernyataan centil yang dapat merugikan KPK.

"Menurutnya, pimpinan KPK harus menjaga bicara dan fokus pada penyelesaian kasus, serahkan saja pada juru bicara. Menurut saya ini tidak pada tempatnya, ada pernyataan-pernyataan centil dari ketua KPK," ujar Aziz di Surabaya, Sabtu (18/3).

Aziz juga menilai, pernyataan centil Agus tak hanya berpotensi buruk pada KPK, namun juga dapat menimbulkan guncangan politik. Dia menjelaskan, secara periodik LSM mengevaluasi KPK dan memberi masukan agar para pimpinan KPK dapat menjaga ucapannya demi menghindari pernyataan yang kontraproduktif. "Pimpinan fokus saja pada hukum yang sedang berjalan," tuturnya.

Disisi lain, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebut KPK tak seharusnya membentuk peradilan opini di masyarakat. "Lebih baik KPK bergerak dalam senyap daripada mengumbar pernyataan menciptakan opini yang melukai banyak pihak. KPK bekerja dengan yakin, cermat, hati-hati, jangan ada kekhawatiran kriminalisasi," ujar Masinton.

Lantas sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut lembaganya akan mengungkap kasus dugaan korupsi baru yang disebutnya lebih masif dibandingkan dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP.

"Mengenai indikasi kerugian keuangan negara kasus baru ini lebih besar daripada kasus e-KTP, tapi pelakunya tidak lebih besar dari yang sekaranglah (e-KTP)," ujar Agus di Jakarta, Rabu (14/3). Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Agus menyebut perkara tersebut merupakan kasus baru dan meminta publik bersabar menanti penyelsaian penyidikan. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya