Jumat , | WIB

Senin, 20 Maret 2017 - 13:51:53 WIB
BERSAMA PETANI KENDENG SEPULUH RELAWAN PEREMPUAN IKUT MENYEMEN KAKI
Nasional - Dibaca: 230 kali


Intelijenpost.com

JAKARTA, Intelijenpost.com

Sesuai menyangkut petani dari kawasan Pegunungan Kendeng kembali melanjutkan aksi protes memasung kaki dengan semen di depan Istana Negara, Senin (20/3/2017). Hingga hari kedelapan aksi protesnya ini, jumlah petani yang menyemen kakinya mencapai 50 orang.

Lantas jumlah tersebut kini bertambah menjadi 60 orang setelah sepuluh perempuan relawan yang menjadi pendamping para petani Kendeng memutuskan untuk ikut mengecor kaki dengan semen. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, dari pegiat hak asasi manusia, pekerja kantoran, hingga mahasiswi.

Selanjutnya Tasya (22 tahun), seorang mahasiswi Fakultas Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengaku datang ke Jakarta karena tergerak dengan perjuangan para petani perempuan asal Kendeng itu. "Saya sebenarnya bukan mahasiswi pergerakan. Saya ke sini awalnya hanya ingin mendampingi ibu-ibu Kendeng sejak hari ketiga karena kekurangan relawan di dapur umum," ujar Tasya saat berbincang dengan awak media di kantor LBH Jakarta, Senin (20/3/2017).

Kemudian sejak para petani Kendeng melakukan aksi menolak pabrik semen di Rembang dan Semarang, Tasya sudah terlibat sebagai relawan. Tugasnya menyiapkan konsumsi bagi para petani. Ketika mendengar para petani Kendeng kembali menyemen kaki di depan Istana, Tasya memutuskan terbang ke Jakarta.

Sementara hal senada juga diungkapkan oleh Efi Sri Handayani (25 tahun), seorang preservationist di Pusat Perfilman Usmar Ismail. Keputusannya ikut menyemen kaki merupakan bentuk solidaritasnya sebagai sesama perempuan.

Bahkan selain itu, dia ingin menunjukkan bahwa aksi mengecor kaki bukan merupakan bentuk eksploitasi terhadap perempuan, sebagaimana yang dituduhkan oleh sejumlah pihak. "Perempuan punya otoritas penuh terhadap tubuhnya sendiri. Kami berhak menggunakan tubuh kami sebagai sarana untuk memperjuangkan hak para petani Kendeng," ujar Efi.

Mengenai sejak Senin (13/3/2017) lalu petani dari kawasan Pegunungan Kendeng melakukan unjuk rasa mengecor kaki dengan semen di depan Istana Negara. Para petani Kendeng itu memprotes izin lingkungan baru yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan terbitnya izin tersebut kegiatan penambangan karst PT Semen Indonesia di Rembang masih tetap berjalan.

Serta mereka pun meminta Presiden Joko Widodo segera mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan menghentikan kegiatan penambangan karst oleh pabrik semen yang dinilai merusak lingkungan. Aksi tersebut masih terus berlangsung dan jumlah petani kian bertambah. Aksi yang sama pernah dilakukan oleh sembilan petani perempuan di depan Istana Negara pada April 2016. ( IP – LA – DW )

 



Berita Lainnya