Rabu , | WIB

Kamis, 23 Maret 2017 - 08:09:26 WIB
PEMBANGUNAN INDUSTRI TAMBANG PENGARUHI PROSES PERUSAKAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
Kabar Redaksi - Dibaca: 325 kali


Intelijenpost.com

Pimred Intelijenpost : Lahane  Aziz

Sesuai menurutnya, isu dasar yang dihadapi oleh semua bangsa adalah menjaga keseimbangan antara kegiatan pembangunan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam dengan daya dukung lingkungan hidup yang terbatas. Pembangunan industri mempengaruhi kualitas lingkungan. Proses kerusakan, perusakan, dan pencemaran lingkungan terus berlangsung dan meningkat.

Lantas secara prinsip pembangunan berwawasan lingkungan telah disepakati, namun pelaksanaan konsep tersebut belum terkordinasi dan selaras pada setiap pengambilan keputusan dari arah global sampai ke arah nasional, bahkan daerah atau lokal. Hal ini menyebabkan eksploitasi sumber daya alam lebih besar dari pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem berkelanjutan.

Selanjutnya dampak dari suatu pembangunan pabrik pada aspek fisik dan kimia dapat dibagi kedalam 5 kelompok sebagai berikut :

  1. Dampak pada kuantitas dan kualitas air
  2. Dampak pada kualitas udara
  3. Dampak Kebisingan
  4. Dampak pada iklim dan cuaca
  5. Dampak pada tanah

Menyangkut pembagian tersebut merupakan pengembangan pembagian berdasarkan sistem dari udara, sistem air, dan sistem tanah di alam. Mengingat bahwa faktor kebisingan dan faktor iklim atau cuaca mempunyai fungsi khusus di alam dan dampak pada kesehatan manusia maka ketiga sistem fisik dan kimia tersebut dapat dikembangkan menjadi 5 kelompok komponen lingkungan atau 5 sistem alam.

Walaupun sebenarnya kesemuanya itu tidak dapat dilepaskan satu sama lain dari lingkungan yang lebih luas yaitu sistem alam. Tiap ahli atau suatu Tim Analisis Dampak Mengenai Lingkungan dapat pula mengadakan pembagian yang lain berdasarkan pendekatannya pada sistem alam dan proyek pembangunan yang sedang diteliti.

1.1 Dampak terhadap kuantitas dan kualitas air

Mengenai sumberdaya air dapat terkena dampak dari pembangunan itu sendiri. Perubahan kondisi lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan dapat berdampak pada sumberdaya air baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Peristiwa banjir yang sering terjadi tidak terlepas dari dampak perubahan penggunaan lahan. Pencemaran pada air sungai dan air tanah yang sering terjadi juga merupakan dampak dari pembangunan juga.

Lalu dengan memperhatikan daur hidrologi serta proses hidrologi yang mengalami perubahan dapat dikaji dampak-dampak negatif yang mungkin timbul yang disebabkan oleh proses pembangunan. Berdasarkan data dari Departemen Perindustrian, kebutuhan air untuk sektor industri pada tahun 1990 adalah sebesar 703,5 x 106 m3/tahun, dan proyeksi untuk tahun 1998 adalah sebesar 6.474,8 x 106 m3/tahun. Peningkatan sebesar sembilan kali lipat atau 12,5%/tahun.

1.2 Dampak terhadap udara

  1. Efek Rumah Kaca (Green House Effect) disebabkan oleh : Perubahan kondisi Udara (iklim) karena CO2 dan Gas Rumah Kaca yang lain.
  2. Pencemaran Atmosfir
  3. Kerusakan Lapisan Ozon

1.3 Dampak pada kebisingan

Sementara masalah kebisingan dapat diartikan sebagai bentuk suara yang tidak diinginkan atau suara yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Suara tersebut tidak diinginkan karena menggangu pembicaraan dan telinga manusia, yang dapat merusak pendengaran atau kenyamana manusia. Secara umum  kebisingan dapat diartikan sebagai suara yang merugikan terhadap manusia dan lingkungannya, termasuk pada penjarangan dari molekul benda  yang mengaliri. Suara dapat diteruskan oleh gas,benda cair ternak, satwa liar, dan ekosistem alam.

Serta adanya dampak pada kebisingan atau dampak pada tingkat kebisingan yang terjadi didaerah proyek pembangunan atau daerah disekitar proyek mempunyai pengaruh yang penting terhadap kesehatan masyarakat,kenyamanan hidup masyarakat pada binatang ternak,satwa liar atau pun gangguan pada ekosistem alam. Dampak pada kebisingan biasanya terjadi pada waktu proyek tersebut sedang dibangun maupun sewaktu sudah berjalan.

Di dunia Industri, sumber kebisingan dapat di klasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu

  1. Mesin

Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktifitas mesin.

2 .  Vibrasi

Kebisingan yang ditimbulkan oleh akibat getaran yang ditimbulkan akibat gesekan, benturan atau ketidakseimbangan gerakan bagian mesin. Terjadi pada roda gigi, batang torsi, piston, fan, bearing, dan lain-lain.

3.  Pergerakan udara, gas dan cairan

Kebisingan ini di timbulkan akibat pergerakan udara, gas, dan cairan dalam kegiatan proses kerja industri misalnya pada pipa penyalur cairan gas, outlet pipa, gas buang, jet, flare boom, dan lain-lain.

1.4 Dampak terhadap cuaca dan iklim

Selanjutnya dengan kegiatan eksploitasi komersil secara besar-besaran menjadi penyebab kerusakan sumber-sumber kehidupan yang ada di bumi. Jika terjadi kerusakan satu komponen lingkungan akan mempengaruhi komponen lingkungan yang lain. Kerusakan hutan akan berdampak pada menurunnya tingkat kesuburan tanah, erosi, longsor, suhu udara semakin tinggi, tiupan angin semakin kencang, penguapan dari tanah dan air meningkat, perubahan suhu, dan peningkatan curah hujan.

Bahkan penyebab utama perubahan cuaca dan iklim adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas CO2 dan gas-gas lainnya seperti CO, N2O, NOx, SO2, kegiatan manusia lainnya juga menghasilkan CFC dari AC dan gas Aerosol, serta aktivitas pengolahan gambut juga menghasilkan CH4, yang semuanya dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfir.

Kemudian ketika atmosfir semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak energi panas yang dipantulkan bumi. Pembangunan gedung-gedung yang  berdinding kaca  juga  akan  memantulkan  radiasi  panas  dari matahari,  sehingga daerah sekitar gedung ini  akan mengalami peningkatan panas. Hal  ini  akan  mengakibatkan  siklus  iklim terganggu.

1.5 Dampak terhadap tanah

Sementara kerusakan tanah salah satunya terjadi sebagai dampak negatif pembangunan. Dampak kerusakan tanah tersebut merupakan masalah bagi pembangunan yang pada akhirnya kan mempengaruhi jalannya proses pembangunan itu sendiri. Kerusakan tanah secara garis besar terjadi oleh pengaruh proses erosi, penjernihan tanah, kehilangan unsur hara, serta terakumulasinya zat pencemar dalam tanah. Proses-proses tersebut terjadi diantaranya dipicu oleh adanya pembangunan yang tidak memperhatikan segi lingkungan.

Serta kerusakan tanah terjadi sebagai akibat eksplorasi lahan yang tidak terkontrol dan kurang memperhatikan unsur lingkungan gunan mendukung jalannya pembangunan. Pembangunan dalam realitanya sering kali lebih mengutamakan nilai ekonomis dan mengabaikan aspek lingkungan.

Namun secara lebih lanjut pembangunan berjalan ekspansif, diantaranya menyangkut segi pemanfaatan ruang / lahan. Dalam pemanfaatannya sering kali aspek tata guna lahan yang sesuai dan seimbang terabaikan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan terganggunya kestabilan ekosistem alam dan permasalahan lingkungan, diantaranya kerusakan dan pencemaran tanah. 

 



Berita Lainnya