Kamis , | WIB

Minggu, 02 April 2017 - 21:26:55 WIB
LPSNPB HARAPKAN CALON HAKIM MK DICARI HARUS ORANG YANG DEDIKASI BERDISIPLIN ILMU TINGGI
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 124 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Lembaga Palapa Sakti Nusantara Pemersatu Bangsa ( LPSNPB ) dengan visi – misi sebagai, Pelayan, Pelindung, Pengabdi Bangsa Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengharapkan Presiden Joko Widodo untuk menunjuk atau memilih calon hakim konstitusi pengganti Patrialis Akbar, hakim yang bisa memberikan perubahan pada Mahkamah Kostitusi, hal ini disampaikan humas LPSNPB Lahane Aziz di Surabaya, Minggu 2 April 2017.

Menurutnya, untuk mengembalikan citra luhur Mahkamah Konstitusi ( MK ) yang beberapa waktu belakangan ini terus menggerus karena sejumlah masalah yakni, kasus suap yang menjerat Patrialis Akbar mencuat, MK juga dipersoalkan dengan adanya hakim MK yang belum menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara ( LHKPN ), selain itu beberapa waktu lalu di MK juga terjadi pencurian berkas sengketa Pilkada.

Untuk itu LPSNPB harapkan, “ calon yang dicari pansel haruslah orang yang dedikasi berdisiplin ilmu yang tinggi, “ ujar Aziz saat diwawancara khusus Intelijenpost.com, dia juga mengatakan, seleksi Hakim MK harus dipertimbangkan matang – matang karena masa depan penegak HAM berada ditangan pengawal Mahkamah Konstitusi.

Lanjut Aziz, ada tiga hal yang harus dan sedianya dimiliki oleh calon hakim konstitusi yang terpilih nantinya. Hal semua ini agar dapat memenuhi harapan publik antara lain :

Pertama, calon hakim MK harus mengerti dan paham teori – teori konstitusi. Kedua, calon hakim MK mesti tahu dan punya solusi terkait berbagai masalah di MK. Ketiga, calon hakim MK orang yang dedikasi berdisiplin ilmu tinggi, konsisten serta berkomitmen melindungi hak asasi manusia.

Imbuhnya, sesuai Aziz hakim yang ada saat ini masih kurang memenuhi tiga paham tersebut, sehingga masih ada persoalan yang mencuat akhir – akhir ini. “ Maka calon hakim MK memiliki karakter kuat, sehingga jadi perubahan terhadap hakim – hakim yang ada sekarang ini dan merupakan tantangan serius. “ tutupnya. ( IP - *** )  



Berita Lainnya