Selasa , | WIB

Senin, 03 April 2017 - 21:04:18 WIB
LSM SEBUT COCOK SALDI ISRA CALON HAKIM MK HARAP DITERIMA JOKOWI
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 248 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, Panitia seleksi calon Hakim Konstitusi yang sudah mengajukan tiga nama sesuai dengan pringkatnya dan diserahkan ke Presiden, hal ini sudah tepat sekali karena dinilai tiga calon hakim tersebut memenuhi kriteria yakni, dedikasi, disiplin ilmu tinggi, cerdas, tegas dan lugas, ujarnya.

Menurut Aziz, sesuai hasil panitia seleksi tiga calon Hakim Konstitusi sebagai peringkat pertama Saldi Isra sudah pantas ( cocok ) sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, kemudian peringkat kedua Bernard Tanya sebagai Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, dan yang peringkat tiga Wicipto Setiadi sesuai pengalamannya sebagai Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, tutur Aziz.

Lanjutnya, dia ( Aziz ) juga mengatakan, cocok Saldi Isra calon hakim MK dan harap diterima Presiden Joko Widodo, karena Guru Besar Tata Negara Universitas Andalas ini siapa yang tidak kenal dia yang sudah muncul dibeberapa TV dan di undang sebagai narasumber untuk membicarakan berbagai masalah yang terkait dengan Hukum Tata Negara, lantas dia berpenampilan sederhana yang menunjukan jati dirinya sebagai dedikasi, berdisiplin ilmu tinggi, cerdas, tegas dan lugas dalam hal menerima serta menjelaskan masalah Hukum Tata Negara secara teratur sehingga mudah dimengerti, tutup Aziz.

Kemudian berita yang dilansir Intelijenpost.com, Guru Besar Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra menempati peringkat pertama dari 11 calon Hakim Konstitusi. Sebagai peringkat pertama, nama Saldi diserahkan ke Presiden Joko Widodo bersama calon yang menempati urutan kedua dan ketiga. "Iya (nomor satu Pak Saldi). Tiga kami ambil dari peringkat itu. Kami pilih dan serahkan ke Presiden," kata Ketua Panitia Seleksi Harjono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/4).

Mengenai nama-nama itu benar-benar diserahkan sesuai peringkat. Saldi di urutan pertama, diikuti Dosen Universitas Nusa Cendana Bernard Tanya, dan mantan Direktur Jenderal Administrasi, Hukum, dan Undang-Undang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wicipto Setiadi. Selisih nilai ketiga calon disebut bervariasi. Namun, Harjono enggan menyebutkan nilai masing-masing calon. "Saya kira ranking seperti itu, jaraknya bagaimana menjadi rahasia Pansel dan presiden yang tahu," tutur Harjono.

Lantas ketiga nama itu lolos mulai dari proses administrasi, tes, wawancara dan hasil pelacakan rekam jejak yang berasal dari beberapa instansi resmi maupun dari masyarakat. Ketiganya terpilih karena dinilai memenuhi pertimbangan Pansel atas penguasaan Undang-undang Dasar, integritas, independensi, dan karakter kenegarawannya.

Lanjut Harjono menyatakan, integritas menjadi fokus utama pencarian mereka mengingat kejadian yang menjerat hakim-hakim konstitusi "Berkaca dari pengalaman-pengalaman apa yang terjadi itu maka pansel memusatkan pada persoalan integritas," ujarnya.

Sementara pencarian hakim MK ini dilakukan karena Patrialis Akbar terjerat perkara suap uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sebelumnya, Pansel juga dibentuk karena mantan Ketua MK Akil Mochtar terbukti menerima suap atas sejumlah sengketa Pilkada.

Dia ( Harjono ) mengatakan, Jokowi memiliki waktu seminggu untuk menentukan dan melantik hakim konstitusi baru terhitung sejak menerima tiga nama dari Pansel. "Ini yang kami tunggu siapa yang diangkat dan dilantik," kata Harjono. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya