Rabu , | WIB

Rabu, 05 April 2017 - 19:42:36 WIB
BEKAS DIRUT PELINDO III DAN ISTRINYA DIADILI KASUS PUNGLI
Hukum & Kriminal - Dibaca: 240 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Sesuai menyangkut  mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III Djarwo Surdjanto menjalani sidang perdana perkara dugaan pungutan liar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 5 April 2017. Djarwo disidang bersama dengan istrinya, Maike Yolanda Fianciska alias Noni.

Selanjutnya dalam persidangan, jaksa penuntut umum mendakwa Djarwo melanggar Pasal 368 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Pemerasan. Selain itu, ia bersama istrinya juga didakwa melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Mengenai  untuk terdakwa I (Djarwo) dua dakwaan, sedangkan terdakwa II (Noni) hanya satu dakwaan, yaitu TPPU," kata jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Catherine, kepada wartawan seusai persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya.

Lanjut menurut dia, sejak 2014-2016, Djarwo bersama Dirut PT Akara Multi Karya, Augusto Hutapea; Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis Pelindo III, Rahmat Satria; dan Manajer PT Pelindo Energi Logistik (PEL), Firdiat Firman, melakukan pemerasan. "Per bulan terkumpul Rp 1,5 miliar dan dibagi masing-masing 25 persen."

Kemudian kasus tersebut terbongkar setelah tim gabungan Sapu Bersih Pungli Bareskrim Mabes Polri beserta Polda Jawa Timur dan Satgas Dwelling Time Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap tangan Dirut PT Akara, Augusto, di Terminal Petikemas Surabaya, November 2016 lalu.

Lantas Augusto mengaku aliran uang pungli sampai kepada Rahmat Satria, yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT TPS periode 2013-2014. Menurut kepolisian, PT Akara ialah perusahaan topeng yang dibentuk anak perusahaan Pelindo III, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Sementara perusahaan itu berperan membuka dan menutup segel kontainer impor serta melakukan pemeriksaan karantina khususnya fumigasi. Setelah dikembangankan, penyidik akhirnya menetapkan tersangka Djarwo beserta istrinya dan Firdiat Firman, Manajer PT PEL, anak perusahaan Pelindo III. ( IP – LA )



Berita Lainnya