Selasa , | WIB

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 10:12:56 WIB
SEJAK ABAD KE 16 MASEHI ORANG BUTON SUDAH TAAT KEPADA UUD
Kabar Redaksi - Dibaca: 231 kali


Intelijenpost.com

DAN MENJIWAI FALSAFAH HIDUP IDENTIK DENGAN PANCASILA

Pemred Intelijenpost : Sultan Ode Lahane Aziz.

Sesuai menurut sejarah Pemerintahan Kesultanan Buton sejak abad ke – 16 Masehi, orang Buton sudah taat serta tunduk dan patut kepada Undang – Undang Dasar, serta sudah menjiwai falsafah hidup yang sangat identik dengan Pancasila.

Fakta menunjukan, di sinilah kita menyaksikan bagaimana pemerintah kesultanan Buton secara konsisten, melaksanakan hukum yang mereka telah terapkan sendiri tanpa pandang bulu. Seorang Sultan pun bila telah melanggar peraturan yang berlaku wajib dihukum sesuai beratnya pelanggaran yang diperbuatnya.

Mereka atau masyarakat Buton sangat teguh keyakinan dari pendiriannya bahwa melindungi seseorang dari ancaman hukuman berarti membiarkan berlangsungnya pelecehan hukum. Dan hal itu akan melahirkan keresahan dalam masyarakat yang disebut (karo) dan merupakan awal kebinasaan negeri (lipu).

Coba kita renungkan hal ini adalah sangat menarik untuk disimak dan diteliti bahwa falsafah hidup Kesultanan Buton ke-2 ini, baik isi maupun urutan susunan sila-silanya identik dengan Pancasila Republik Indonesia. Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Bung Karno, sebagai negarawan telah berhasil melahirkan bayi Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 pernah berucap bahwa beliau bukanlah pencipta Pancasila.

Tapi karena sesungguhnya Pancasila itu sudah lama berada di bumi Indonesia dan beliau hanya menggali, menemukan, dan menyusunnya seperti yang kita lihat sekarang ini. Apakah Pancasila yang dimaksud Bung Karno itu adalah falsafah hidup Kesultanan Buton II yang telah dikandung Bumi Buton kemudian dilahirkan abad ke-16 m, 410 tahun yang lalu? Hal ini tentunya memerlukan penelitian para ilmuan Indonesia.

Bandingkan:

Falsafah Hidup Kesultanan Buton II
(Akhir abad ke-16) Pancasila Republik Indonesia
(Tahun 1945 M)
1. Agama (Islam) 1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Sara (Pemerintah Yang Adil dan Beradab) 2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Lipu (Negara Yang Utuh dan Bersatu) 3. Persatuan Indonesia
4. Karo (Diri/Pribadi-Rakyat) 4. Kerakyatan Yag Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Arataa (Harta benda harus dilindungi dan berguna bagi kepentingan umum) 5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rkyat Indonesia

Sebagai penutup dari uraian singkat ini, perlu dikemukakan bahwa falsafah hidup Kesultanan Buton tersebut sampai sekarang ini oleh masyarakat Wolio-Buton masih tetap dijadikannya sebagai landasan moral dan tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dan di zaman negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, falsafah hidup Kesultanan Buton itu tentu merupakan kekayaan Khazanah Budaya Bangsa yang tak ternilai hargannya.

 



Berita Lainnya