Rabu , | WIB

Selasa, 12 September 2017 - 19:24:32 WIB
DI NUSANTARA INI MASIH BANYAK RS YANG MENOLAK PASIEN MISKIN
Pendidikan & Kesehatan - Dibaca: 119 kali


Intelijenpost.com

LSM MINTA MASYARAKAT SEGERA LAPOR UNTUK DITINDAK

Surabaya,Intelijenpost.com

Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, bukan rahasia lagi mengenai  beberapa RS di Nusantara ini yang menolak pasien tidak mampu/ miskin, untuk itu LSM minta kepada masyarakat segera lapor di Dinas Kesehatan, Kepolisian dan juga di LSM yang akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Menurut Aziz bercermin dari kejadian demi kejadian, akibat ulah oknum dokter ,  pemilik atau Pimpinan Kepala Rumah Sakit ( RS ) yang mengatur manajemennya terutama mementingkan keuntungan bisnisnya sehingga sengaja mengabaikan Undang – Undang Nomor : 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, dan akibat banyak terjadi korban, maka hal ini Dinas Kesehatan segera ambil tindakan serta terutama untuk pihak aparat hukum supaya proses pelakunya dan pidanakan, ujar Aziz.

Kemudian  Aziz menjelaskan, menyangkut hal ini sudah ada regulasi bagaimana RS menangani pasien gawat darurat yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. RS harus menangani pasien gawat darurat tanpa memikirkan biaya terlebih dahulu.

Lantas mengenai adapun beleid Pasal 29 ayat 1 butir (f) UU itu menyebutkan, setiap rumah sakit berkewajiban untuk melaksanakan fungsi sosial antara lain dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulan gratis, pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa, atau bakti sosial bagi misi

Kemudian Menyangkut Pasal 190 ayat 1 UU Nomor 36 Tahun 2009 Kesehatan menyebutkan, pimpinan pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat dapat dipidana dua tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Selanjutnya, pada pasal 190 ayat 2 disebutkan ketika hal perbuatan mengakibatkan kecacatan atau kematian, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp1 miliar.

Imbuhnya, untuk dijadikan efek jerah bagi Rumah Sakit ( RS ) yang pelakunya nakal, LSM harapkan pemerintahan Jokowi – JK, jangan ragu – ragu untuk berikan sanksi pencabutan izin operasinya dan sebagai yang bertanggung jawab terhadap RS tersebut dijatuhkan hukuman penjara seberat – beratnya atau paling lama 10 tahun dan denda RP.1 miliar, seperti yang tertuang dalam Undang – Undang No. 44 Tahun 2009, tentang RS, tutur Aziz. ( IP - *** )  

 



Berita Lainnya