Rabu , | WIB

Jumat, 22 September 2017 - 11:34:50 WIB
KASUS IBU GENDONG JENAZAH BAYI DENGAN MENAIKI ANGKOT KEMENKES DIMINTA TELUSURI
Pendidikan & Kesehatan - Dibaca: 147 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Daulay menyayangkan kasus seorang ibu yang harus menggendong jenazah bayinya dengan menaiki angkot karena tak mampu membayar layanan ambulans rumah sakit. Peristiwa itu terjadi di Bandar Lampung, Rabu (20/9/2017). Menurut dia, masyarakat kurang mampu kerap menjadi korban dalam persoalan seperti ini.

"Menyangkut hal ini, masih segar di ingatan kita kasus yang sama terjadi di Bengkulu. Mestinya kejadian itu tidak perlu terjadi lagi jika semua pihak memerhatikan aspek kemanusiaan dalam pelayanan sosial dan kesehatan," kata Saleh, melalui keterangan tertulis, Jumat (22/9/2017). Oleh karena itu, ia meminta Kementerian kesehatan untuk menelusuri masalah ini dan dibuat aturan yang lebih baik.

Selanjutnya ia mengatakan, seharusnya ada pengecualian terkait pembiayaan bagi mereka yang memang tidak mampu. Apalagi, mereka baru saja kehilangan dan tengah berduka. Saleh juga meminta BPJS Kesehatan memerhatikan masalah pelayanan terkait kondisi seperti yang dialami ibu tersebut. 

Sementara meski BPJS Kesehatan masih mengalami defisit, bukan berarti persoalan kemanusiaan dilupakan. Ia meminta BPJS Kesehatan berbenah menghadapi permasalahan layanan mobil jenazah bagi keluarga tak mampu. "Secara perlahan, jika dilakukan secara terarah dan kontinyu, BPJS diyakini akan mampu berbuat lebih banyak lagi," lanjut politisi PAN itu.

Bahkan sebelumnya, beredar foto seorang ibu asal Lampung Utara pulang menggendong jenazah bayinya di angkutan umum. Si ibu sambil terus menangis menceritakan kepada pengunggah foto admin @seputar_lampung pada Rabu sore (20/9/2017) bahwa dia tidak mendapat pelayanan mobil ambulans dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek Bandar Lampung.

Lantas tidak banyak yang dijelaskan oleh admin tentang perihal bagaimana ibu tersebut membawa pulang jenazah bayinya yang baru umur sebulan itu. Sang ibu yang belakangan diketahui bernama Delvasari menceritakan, anaknya meninggal setelah menjalani operasi di RSUD Abdoel Moeloek Lampung dengan menggunakan BPJS.

Kemudian  ketika ia meminta jenazah dibawa dengan ambulans, pihak rumah sakit disebut tak bersedia. Sementara itu, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung membantah pihaknya tidak memfasilitasi pengantaran jenazah ke rumah duka.

Menurut Direktur Pelayanan RSUDAM Lampung, dr Pad Dilangga mengatakan, pihaknya sudah menyediakan satu unit ambulans untuk mengantar bayi Delvasari ke kampung asal Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara.

Lalu karena ada sedikit masalah administrasi yang belum selesai dan pihak keluarga tidak sabar, lalu meninggalkan ambulans dan memilih naik angkutan umum. "Sesuai standar operasional prosedur (SOP), setiap pasien meninggal disediakan ambulans untuk mengantar ke rumah duka," kata Pad lewat rilisnya, Kamis (21/9/2017). ( IP - *** )

 



Berita Lainnya