Rabu , | WIB

Senin, 25 September 2017 - 12:35:19 WIB
SENJATA PESANAN BIN BERBEDA DENGAN SPESIFIKASI TNI PT PINDAD SEBUT
Nusantara - Dibaca: 89 kali


Intelijenpost.com

Bandung, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Sekretaris Perusahaan PT Pindad Bayu A Fiantoro mengatakan,  bahwa spesifikasi senjata pesanan Badan Intelijen Negara (BIN) berbeda dengan standar senjata yang digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Bukan senjata organik,” kata Bayu kepada awak media melalui telepon di Bandung, Senin, 25 September 2017.

Selanjutnya mengenai Pindad tidak memberikan senjata dengan spesifikasi khusus untuk TNI kepada institusi-institusi lain. “Kami punya spesifikasi senjata yang khusus untuk TNI," ujar dia.

Kemudian Bayu membenarkan adanya pemesanan senjata api untuk kebutuhan Badan Intelijen Negara seperti yang diungkapkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto, Ahad, 24 September 2017. "Benar, BIN membeli 517 pucuk, dengan spesifikasi yang berbeda dengan TNI," kata Bayu.

Sementara namun Bayu enggan merinci jenis senjata yang dibeli BIN itu. Ia hanya mengatakan senjata pesanan BIN ada yang berlaras panjang, ada pula yang berlaras pendek. "Bukan senjata organik.”

Lantas Ahad sore kemarin, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Wiranto mengadakan konferensi pers terkait polemik pembelian 5000 pucuk senjata. Ia mengkonfirmasi bahwa memang ada senjata pesanan Badan Intelijen Nasional (BIN). Ia mengakui ada pembelian 500 senjata laras pendek buatan Pindad oleh BIN (Badan Intelijen Nasional), bukan 5.000 senjata standar TNI.

Lanjut Wiranto mengatakan,  polemik soal pembelian senjata itu hanya masalah komunikasi yang belum tuntas antara Mabes TNI, Mabes Polri, dan BIN. Wiranto berharap polemik itu tidak dipolitisasi lagi.

Lalu mengenai polemik muncul pascaberedarnya rekaman pernyataan Gatot Nurmantyo saat menggelar acara silaturahmi para purnawirawan jenderal dan perwira aktif TNI. Rekaman dalam bentuk suara itu berisi rencana sebuah institusi di Indonesia yang akan mendatangkan 5.000 pucuk dengan mencatut nama Presiden Jokowi. ( IP – BOY )



 



Berita Lainnya