Senin , | WIB

Minggu, 08 Oktober 2017 - 13:24:04 WIB
MA PERKETAT SELEKSI TUGAS HAKIM RENTAN KORUPSI
Nusantara - Dibaca: 91 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai tugas hakim yang semakin berat dan rentan dengan praktik suap dan korupsi membuat Makhkamah Agung (MA) semakin selektif memilih calon hakim agung pada seleksi penerimaan PNS tahun ini. MA menyatakan akan menilai para calon hakim yang tak hanya cerdas, namun memiliki integritas yang baik.

"Selanjutnya MA memiliki komitmen yang tinggi mencari calon hakim tak hanya pintar, namun harus benar, cerdas saja tidak cukup, harus punya track record berintegritas," ujar Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung, Abdullah di Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, baru lalu.

Menyangkut hal ini berkaitan dengan resiko tugas hakim saat memimpin sidang perkara. Menurutnya, hakim berpotensi dimanfaatkan pihak lain seperti menerima suap dan korupsi sehingga menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. "Kami akan menilai calon hakim itu harus jujur, punya keberanian, dan punya pendirian teguh dan tangguh, rendah hati dan punya jati diri," ungkap Abdullah.

Kemudian menurutnya, tahapan seleksi untuk menjadi calon hakim terbilang sulit, terlebih lagi jika terpilih nantinya sebagai hakim. Para peserta tak bisa mengandalkan kompetensi dalam bidang hukum saja tapi ada proses psikotes. "Saat ini tak hanya kompetensi dalam bidang hukum saja, namun ada tes psikotes untuk melihat bakatnya jadi hakim atau tidak," ujarnya.

Lantas setelah lulus menjadi PNS, para calon hakim akan memasuki Pendidikan Pra Jabatan dan Pendidikan Terpadu Calon Hakim selama dua tahun. Jika peserta yang mengikuti pendidikan tersebut dinyatakan tak lulus, maka diberhentikan dan tak bisa meneruskan statusnya sebagai PNS. "Berdasarkan Peraturan MA nomor 2 tahun 2017 pasal 7 ayat 2, bagi calon hakim yang dinyatakan tidak lulus pendidikan calon hakim akan diberhentikan dengan hormat sebagai PNS," ujar Abdullah. ( IP – DW )



Berita Lainnya