Selasa , | WIB

Kamis, 03 Juli 2014 - 18:53:33 WIB
MARAKNYA IMPOR PAKAIAN JADI DARI SHANGHAI DAN KOREA SELATAN
Nasional - Dibaca: 12620 kali


Wamen Perdagangan Bayu Krisnamurthi sidak pakaian bekas impor di Tanjung Perak

JAKARTA,ITELIJENPOST.COM Ketua  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  Franky Sibarani mengatakan, maraknya impor illegal pakaian menggerus pertumbuhan industri tekstil local. “ Impor illegal ini berarti mengambil pasar yang semula di kuasai pasar tekstil lokal, “ ujar Franky pada saat jumpa pers di Jakarta baru – baru ini.

Menurut Dia ( Franky ), industri tekstil hilir adalah yang paling merasakan dampak impor pakaian illegal itu  berasal dari Shanghai dan Korea Selatan, karena itu ia meminta kepada Pemerintah ( Bea Dan Cukai ) supaya melakukan pengawasan ketat di berbagai pintu masuk barang impor serta hal ini harus ada inspeksi mendadak untuk pakaian jadi impor tersebut, tegas Franky.

Sementara ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia ( API ) Ade Sudrajatmemprediksi bahwa imp[or pakaian jadi illegal akan naik 100% selama bulan Suci Ramadan dan lebaran tahun ini. Saya piker angkanya akan segitu, soalnya saat Lebaran dan Ramadan harga pakaian jadi naik 10 sampai 20 persen, kata Dia ( Ade Sudrajat ) usai konfrensi pers dengan wartawan di Jakarta ( 30/6 )lalu.

Cetus Ade, kenaikan harga pakaian jadi akan membuat impor mengambil cela untuk mencari untung sebanyak – banyaknya. Apalagi dengan adanya usulan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping ( BMAD ) terhadap tiga jenis benang impor yang banyak di pakai industri tekstil, kan importer bisa rugi dengan bea masuk itu, jadi mereka akan cari cela untuk mendapat untung, ungkapnya.

Disisi lain, importir nakal akan memainkan peran karena pengiriman barang dari Shanghai ke Jakarta biayanya lebih murah dari pada Semarang ke Jakarta, sehingga urus barang ilegal per – container biaya urus kiri – kanan paling Rp. 150 juta, kalau di jual isinya mencapai Rp. 500 – 600 juta, siapa tidak tergiur dengan untung segitu banyaknya, imbuh Adi.( IP – DW )

Berita Lainnya