Selasa , | WIB

Rabu, 11 Oktober 2017 - 14:45:31 WIB
BANK BRI KALABAHI TERLIBAT EKSEKUSI SERTA PELELANGAN TANAH DAN BANGUNAN MILIK SULAIMAN
Hukum & Kriminal - Dibaca: 205 kali


Intelijenpost.com

AKAN BERIMBAS PIDANA

Alor, Intelijenpost.com

Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, sesuai hasil laporan masyarakat ( Sulaiman Abu ), umur 50 tahun, jenis kelamin Laki – laki, pekerjaan wiraswasta, bertempat tinggal di Kadelang RT.002, RW. 004, Kelurahan Kalabahi Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Selanjutnya melaporkan kepada LSM. PKA – PPD, pada tanggal 29 September 2017, mengenai tanah dan bangunan rumahnya di Kadelang RT. 002, RW. 004, Kel. Kalabahi Timur, Kec. Teluk Mutiara, Kab. Alor, dengan ukuran sebasar 481 M2, rumah dan tanah tersebut disita, eksekusi dan dilelang sepihak oleh Bank BRI Cabang Kalabahi tanpa mengetahui pemiliknya ( Sulaiman Abu ), ujarnya.

Menurut Sulaiman Abu, pada awalnyanya dia mengambil atau meminjam uang sebanyak Rp. 150. Juta,  di Bank BRI Cabang Kalabahi dengan jaminan sertifikat Hak Milik No. 1117 tanah dan diatas terdapat bangunannya, kemudian dia ( Sulaiman Abu ) sudah melaksanakan cicilan pinjaman Bank BRI tersebut sudah berjalan beberapa bulan, dengan jumlah cicilan kurang lebih Rp. 50. Juta, namun karena bisnisnya macet sehingga terjadi tunggakan pembayaran cicilan tadi, katanya.

Tapi mengenai utang – piutang tersebut, Sulaiman Abu masih sanggup untuk mau melaksanakan cicilan dan rencana untuk menyelesaikan utang – utang seluruhnya di Bank BRI Cabang Kalabahi, hal ini pihak Bank BRI itu tidak mau, pada akhirnya pihak Bank BRI Kalabahi ini melaksanakan tindakan diluar sepengetahuannya, pertama : melakukan perubahan sertifikat Hak miliknya Sulaiman Abu No. 1117, dengan atas nama pegawai Bank BRI Kalabahi itu sendiri yaitu, nama : Djumaidi.

Lantas kedua : pihak Bank BRI Kalabahi melakukan tindakan tidak terpuji oleh hukum atau dapat dikatakan telah bertentangan dengan hukum karena adakan penyitaan, eksekusi dan pelelangan tanah dan bangunan tersebut belum adanya putusan pengadilan dan hal ini dilakukan juga tanpa mengetahui pemiliknya ( Sulaiman Abu ), karena dia sendiri tidak diberikan undangan sebagai peserta lelang, ujarnya.

Serta yang ketiga :  tanah dan bangunan tersebut dijadikan jaminan untuk meminjam uang tadi dari Bank BRI Kalabahi sebesar Rp. 150. Juta, tidak seimbang dengan agunannya yang diperkirakan sesuai nilai jual atau NJOPnya ditafsirkan sebesar Rp. 850 juta, serta nilai biaya bangunan seluruhnya Rp. 450. Juta, jadi jumlah agunan dapat ditafsir kurang lebih Rp. 1,3 meliar, kata Abu.

Kemudian mengenai masalah ini, dia ( Sulaiman Abu ) akan memberi kuasa kepada LSM. PKA – PPD untuk mengangkat kembali perkaranya ini , dan akan melaporkan ke – pihak Kepolisian bahwa tindakan yang dilakukan oleh Bank BRI Cabang Kalabahi jelas mengarah ketindak pidana yang diduga telah melakukan, pemalsuan dokumen, penggelapan hak milik orang lain, dan secara tidak langsung melakukan perampasan maupun unsur – unsur pidana lainnya, kata dia. ( IP - *** )



Berita Lainnya