Rabu , | WIB

Rabu, 11 Oktober 2017 - 19:48:38 WIB
DI AREA TERPENCIL KEMENTERIAN PMK DORONG PEMBANGUNAN MANUSIA
Nusantara - Dibaca: 88 kali


Intelijenpost.com

Kendari, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mendorong pembangunan dari pinggiran sesuai dengan janji dari Presiden Joko Widodo.

Selanjutnya hal itu dilakukan Kementerian PMK melalui Ekspedisi Bhakti PMK 2017 dengan Kapal RI Banjarmasin-529 sejak 6 Oktober lalu. Perjalanan itu dinilai sebagai upaya perwujudan pembangunan manusia oleh Kementerian PMK.

Kemudian ekspedisi tersebut juga merupakan bagian dari program kerja Kementerian yang dipimpin oleh Puan Maharani itu. Staf Ahli Menko PMK Sonny Harry B. Harmandi menuturkan ekspedisi melalui kapal adalah untuk menunjukkan Indonesia merupakan negara maritim yang besar. Oleh karena itu, sambungnya, jelajah melalui laut adalah upaya untuk mengembalikan kejayaan negara maritim.

Bahkan selain itu, dia mengatakan, ekspedisi tersebut adalah upaya untuk melihat bagaimana pembangunan manusia dan kebudayaan di daerah-daerah terpencil. Kementerian PMK juga memberikan sejumlah bantuan kepada warga di daerah yang disinggahi. “Kegiatan ini juga bentuk kehadiran negara, kita ingin menyapa, bersilaturahim, mendengarkan dan bertemu langsung dengan masyarakat,” kata Sonny dalam keterangannya di Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Selasa (10/10).

Lantas dia menegaskan revolusi mental pun menjadi wujud nyata pembangunan karakter manusia. Sonny juga menuturan pihaknya mengucapkan terima kasih karena disambut secara meriah oleh warga Muna.

Lalu sementara itu, Bupati Muna Rusman Emba mengatakan kehadiran tim dari ekspedisi itu merupakan upaya untuk membangun komunikasi dalam rangka perkembangan kabupaten itu di masa depan. Dia menunjukkan kehadiran tim itu juga sebagai tanda bahwa Kabupaten Muna sudah dilirik pemerintah pusat. “Sementara semoga ini menjadi awal dari kebangkitan Kabupaten Muna dan misi kita dalam mengembangkan Kabupaten Muna menjadi daerah yang maju," katanya. ( IP – IBNU )



Berita Lainnya