Senin , | WIB

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 21:16:36 WIB
DIDUGA ADANYA PUNGUTAN LIAR DI SDN DAN SMPN DESA LANUMOR KECAMATAN MORI ATAS
Nusantara - Dibaca: 85 kali


Intelijenpost.com

Morowali Utara , Intelijenpost.com 

Sesuai menyangkut berbagai cara ditempuh pihak sekolah untuk meraih untung melalui pungutan tidak resmi kepada siswanya. Pelanggaran peraturan pendidikan sudah menjadi hal yang biasa seperti yang terjadi di SDN SMPN Seatap Desa Lanumor Kecamatan Mori Atas atau Tomata Kabupaten Morowali Utara yang dengan bebasnya melakukan pungutan liar (Pungli) kepada anak didiknya.

Sementara mengenai pungutan itu sangat bertentangan dengan peraturan pendidikan yang mengutip bayaran atau SPP kepada para siswa dengan dalih Komite Sekolah atau dari Wali murid. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh pihak sekolah SDN dan SMPN Seatap Desa Lanumor Kecamatan Mori Atas atau Tomata Kabupaten Morowali Utara untuk meraup keuntungan yang besar dari siswa selain Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.

Selanjutnya dari hasil rapat Komite Sekolah dengan Wali Murid ,lagi - lagi menjadi dasar Kepala Sekolah untuk melakukan Dugaan Pungutan​ Liar kepada Wali Murid SDN dan SMPN Satap Desa Lanumor Kecamatan Mori Atas atau Tomat Kabupaten Morowali Utara..

Kemudian saat diadakannya Rapat tersebut ( Minggu,01/10/2017 ), informasi yang dihimpun Intelijenpost .com bersama Wartawan Media Pena Desa berada di Rapat Kepala Sekolah , Komite Sekolah dan Kepala Desa serta Seluruh Wali Murid..Didalam Rapat Kepala Sekolah  meminta kepada Kami Orang Tua Wali Murid seikhlasnya ,tapi ketika rapat mau selesai Kami diminta oleh Kepala Sekolah harus membayar Utang guru Honor di sekolah kami sejak tahun tahun 2012 sampai tahun 2013 dan juga tahun 2016 sampai tahun 2017 sekitar Rp 7 sampai 10 Jutaan, ujarnya.

Lantas mengenai hal ini, bahwa dijelaskan dengan sejelas jelasnya Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang ditetapkan dan diundangkan pada 30 Desember 2016 sangat clear. Bahwa pihak sekolah sama sekali tidak boleh melakukan pungutan pada murid dan wali murid, hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 10, Pasal 11 dan Pasal 12, jelasnya.

Sementara juga dalam Pasal 10, disebutkan bahwa Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan. Lanjutnya, penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain oleh Komite Sekolah dilakukan dalam bentuk bantuan atau sumbangan sukarela. Dengan kata lain bukan dalam bentuk pungutan melalui keputusan Komite Sekolah yang besarannya ditentukan. Keseluruhan prosesnya juga dipertanggungjawabkan secara transparan.

Lalu pada Pasal 11 dan Pasal 12 ditekankan bahwa penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain tidak diperbolehkan bersumber dari perusahaan rokok, perusahaan beralkohol dan partai politik.  "Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif itu sangat tegas dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua atau walinya," jelas Dian.

"Menurutnya, ini mungkin karena masyarakat belum baca secara menyeluruh, secara detil. Permendikbud 75 ini tidak keluar dari fungsi dan esensi Komite Sekolah, yakni sebagai mitra sekolah," sambung dia. Berikut bunyi Pasal 10-12 Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, Pasal 10 :

(1) Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan. (2) Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.

(3) Komite Sekolah harus membuat proposal yang diketahui oleh Sekolah sebelum melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat. (4) Hasil penggalangan dana dibukukan pada rekening bersama antara Komite Sekolah dan Sekolah. (5) Hasil penggalangan dana dapat digunakan antara lain:

a. menutupi kekurangan biaya satuan pendidikan; b. pembiayaan program/kegiatan terkait peningkatan mutu Sekolah yang tidak dianggarkan; c. pengembangan sarana prasarana; dan
d. pembiayaan kegiatan operasional Komite Sekolah dilakukan secara wajar dan harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

(6) Penggunaan hasil penggalangan dana oleh Sekolah harus: a. mendapat persetujuan dari Komite Sekolah; b. dipertanggungjawabkan secara transparan; dan c. dilaporkan kepada Komite Sekolah.

Pasal 11; (1) Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya dalam bentuk bantuan dan/atau sumbangan tidak boleh bersumber dari: a. perusahaan rokok dan/atau lembaga yang menggunakan merek dagang, logo, semboyan dan/atau warna yang dapat diasosiasikan sebagai ciri khas perusahan rokok; b. perusahaan minuman beralkohol dan/atau lembaga yang menggunakan merek dagang, logo, semboyan, dan/atau warna yang dapat diasosiasikan sebagai ciri khas perusahan minuman beralkohol; dan/atau c. partai politik.

(2) Pembiayaan operasional Komite Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (5) huruf d, digunakan untuk: a. kebutuhan administrasi/alat tulis kantor; b. konsumsi rapat pengurus; c. transportasi dalam rangka melaksanakan tugas; dan/atau d. kegiatan lain yang disepakati oleh Komite Sekolah dan Satuan Pendidikan

Pasal 12 ; Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang: a. menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di Sekolah;
b. melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya; c. mencederai integritas evaluasi hasil belajar peserta didik secara langsung atau tidak langsung; d. mencederai integritas seleksi penerimaan peserta didik baru secara langsung atau tidak langsung; e. melaksanakan kegiatan lain yang mencederai integritas Sekolah secara langsung atau tidak langsung; f. mengambil atau menyiasati keuntungan ekonomi dari pelaksanaan kedudukan, tugas dan fungsi komite Sekolah;
g. memanfaatkan aset Sekolah untuk kepentingan pribadi/kelompok; h. melakukan kegiatan politik praktis di Sekolah; dan/atau i. mengambil keputusan atau tindakan melebihi kedudukan, tugas, dan fungsi Komite Sekolah. ( IP – AC )



Berita Lainnya