Senin , | WIB

Minggu, 15 Oktober 2017 - 20:39:06 WIB
AKAN TAMBAH TUJUH TRAYEK PERINTIS KEMENHUB PADA 2018
Pelabuhan - Dibaca: 68 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai Kementerian Perhubungan berencana menambah tujuh trayek angkutan laut perintis dari semula 96 trayek menjadi 113 trayek pada 2018.

Lantas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bay M Hasani menuturkan, penambahan trayek tersebut sejalan dengan telah selesainya pembangunan kapal perintis baru sebanyak 10 unit pada tahun 2016 dan 50 unit pada akhir Desember 2017. "Ditjen Perhubungan Laut akan meningkatkan pelayanan dengan menambah trayek angkutan laut perintis menjadi 113 trayek," kata Bay, baru lalu.

Kemudian dia mengatakan, Ditjen Perhubungan Laut terus berupaya meningkatkan pelayanan angkutan laut perintis dari tahun ke tahun, baik dari segi jumlah armada kapal, trayek kapal maupun anggarannya. Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Laut, pelayanan angkutan laut perintis pada 2016 sebanyak 96 trayek. Sebanyak 54 unit dilayani oleh kapal negara, dan 42 unit kapal swasta.

Selanjutnya Pada 2017, sebanyak 46 trayek dilayani oleh PT Pelni melalui mekanisme penugasan, dan 50 trayek lainnya dilayani oleh perusahaan pelayaran swasta melalui mekanisme lelang. Dari sisi anggaran, alokasi dana mengalami peningkatan yakni dari Rp930,99 miliar pada 2016 menjadi Rp943,99 miliar pada 2017.

Mengenai nilai itu digunakan untuk anggaran kapal yang dioperasikan PT Pelni sebesar Rp512,92 miliar, dan kapal swasta sebesar Rp431,07 miliar. "Kami berupaya meningkatkan konektivitas antarpulau di Indonesia melalui pembangunan kapal perintis di seluruh penjuru wilayah maupun peningkatan infrastruktur lainnya," katanya.

Bahkan sementara itu, Kepala Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri Wisnu Handoko mengatakan, penyelenggaraan angkutan laut perintis bertujuan untuk mendorong pengembangan daerah, meningkatkan konektivitas antarpulau, dan pemerataan pembangunan. "Secara umum angkutan laut perintis sudah berjalan lancar dan hanya beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti ketersediaan galangan kapal dan ketersediaan kapal pengganti," kata Wisnu.

Lalu saat ini, ketersediaan galangan kapal sekitar 70 persen dari jumlah galangan kapal yang ada di wilayah Indonesia Bagian Barat. Sementara itu, 82 persen dari seluruh jumlah kapal perintis yang dioperasikan berada di wilayah Indonesia Bagian Timur. Kondisi tersebut membuat waktu mobilitas kapal tak efektif. "Perlu ketersediaan kapal pengganti jika terjadi kerusakan kapal, sehingga tidak sampai mengganggu pelayanan keperintisan kepada masyarakat," tuturnya. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya