Selasa , | WIB

Kamis, 03 Juli 2014 - 20:13:27 WIB
KEBOCORAN BBM BERSUBSIDI ADANYA KERJASAMA BPH MIGAS DENGAN PT. AKR DAN PT. PETRONAS NIAGA INDONESIA
Nasional - Dibaca: 25971 kali


Kantor Kementrian ESDM

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM. Penandatanganan dan penyerahan Surat Keputusan ( SK ) penugasan penyediaan dan pendistribusian jenis Bahan Bakar Minyak ( BBM ) tertentu tersebut dilakukan di kantor Kementerian ESDM, pada tanggal 31 Desember 2010, BPH Migas menetapkan PT. Aneka Kimia Raya ( AKR ) Corporindo dan PT. Petronas Niaga Indonesia sebagai penyalur BBM – PSO di tahun 2011 dan dua perusahan tersebut yang mendampingi Pertamina dalam menyelurkan BBM bersubsidi di luar Wilayah Jawa dan Bali dan diduga masih berjalan lancar sampai saat ini.

Adanya kerja sama BPH Migas dengan PT. AKR dan PT. Petronas Niaga Indonesia dalam hal menyalurkan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi di luar Jawa dan Bali, langkah yang diambil BPH Migas dengan mengeluarkan Surat Keputusan ( SK ) untuk kedua perusahan swasta tersebut bersama Pertamina menyalurkan BBM bersubsidi ini jelas sudah terjadi penyimpangan ( kebocoran ) dan teridentik dengan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ), kata berbagai sumber yang dapat dipercaya.

Intelijen Post coba konfirmasi berita ini dengan Ketua LSM. Pemantauan Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA-PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan, hasil investigasi serta data maupun laporan anggota LSM.PKA-PPD untuk Wilayah Indonesia Timur dan seluruh Kalimantan banyak terjadi transaksi BBM illegal bersubsidi serta sudah merupakan satu lingkaran mata rantai yang di back – up para oknum petugas, ujar Aziz.

Dengan ketangkap tangan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) mengenai terima suap dari perusahan penyalur BBM, maka hal ini semakin jelas dan diduga BPH Migas juga ikut terlibat main pat gulipat dengan PT.AKR  maupun PT. Petronas Niaga Indonesia dalam hal penyaluran dan pendistribusian BBM bersubsidi tersebut, imbuh Aziz.

Sementara adanya PT.AKR Corporindo Tbk terus meningkat penjualan dan pendapatan pada tahun 2013, terlepas dari perlambatan permintaan BBM dari sector pertambangan, yakni sebesar Rp. 22,3 triliun di bandingkan dengan Rp. 21,7 triliun pada tahun 2012. Investasi pada tahun 2013 meliputi dermaga, terminal, untuk transportasi, dan infrastruktur lainnya siap mengungkit usaha distribusi BBM pada pelanggan industry, ungkapnya.  ( IP )

Berita Lainnya