Senin , | WIB

Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:00:03 WIB
PUBLIK TAK RIBUTKAN DENSUS TIPIKOR POLRI WIRANTO MINTA
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 70 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir terhadap wacana Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). "Ini masih prematur. Tidak usah diributkan dan diperdebatkan," ujar Wiranto di Hotel Borobudur, Kamis (19/10).

Lantas Wiranto mengatakan, Presiden Joko Widodo bakal membahas lebih lanjut rencana pembentukan Densus Tipikor Polri dalam rapat terbatas pekan depan. Wiranto tak mau menanggapi kekhawatiran pembentukan Densus Tipikor nantinya mereduksi peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menyebut urusan pembentukan Densus Tipikor masih butuh proses yang panjang. "Masih usulan. Perbncangan bukan di publik tapi nanti di institusi terkait dan tentunya ke DPR," tutur mantan Panglima ABRI ini.

Mengenai rapat terbatas nantinya akan membahas poin-poin penting seperti pendanaan, kewenangan, dukungan, dan tanggung jawab yang bakal diemban Densus Tipikor Polri. Pembahasan mendalam akan dilakukan guna mencegah tumpang tindih tugas dengan KPK dan Kejaksaan.  "Membahas itu tidak bisa satu, dua hari. Jadi sabar tidak usah gaduh. Ini niat baik ya biar sajalah," ujar Wiranto.

Sementara wacana pembentukan Densus Tipikor sempat dipermasalahkan sebab Polri sesungguhnya sudah memiliki Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri. Densus Tipikor juga bukan wacana baru. Ini telah muncul sejak 2013 era Jenderal Sutarman. Namun Sutarman belakangan membatalkan niat pembentukan dan memilih meningkatkan kemampuan personel, alat, dan anggaran satuan yang sudah ada.

Kemudian Wakil Presiden Jusuf Kalla sementara itu tegas mengatakan, Densus Tipikor tidak perlu dibentuk. Pemberantasan korupsi diyakani dapat ditangani baik oleh KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan tanpa harus membentuk satuan baru. ( IP – DW )

 



Berita Lainnya