Kamis , | WIB

Senin, 23 Oktober 2017 - 12:15:18 WIB
LSM SEBUT PENOLAKAN AS PADA PANGLIMA TNI DINILAI MELECEHKAN INDONESIA
Dunia - Dibaca: 623 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai penolakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo oleh Amerika Serikat saat hendak berkunjung ke Washington untuk mengikuti acara Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations ( VEOs) di Washington pada 23-24 Oktober mendatang.

Lantas penolakan itu mengundang respons beragam dari berbagai kalangan di Indonesia, terutama Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz menilai, AS telah melecehkan Indonesia dengan penolakan tersebut.

"Jelas ini melecehkan Indonesia," ujar Aziz kepada Intelijenpost.com, Senin (23/10). Lanjut Aziz menyebut ini pelecehan karena cara AS menolak Gatot dilakukan tidak dengan santun dalam hubungan antarnegera. Penolakan Gatot masuk ke wilayah AS disampaikan oleh pihak maskapai penerbangan, bukan oleh pihak kenegaraan AS.

Menyangkut hal ini digarisbawahi Aziz, karena yang mengundang Gatot untuk datang ke AS adalah Panglima Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Joseph F Durford, Jr. Joseph sendiri bukan orang 'lain' bagi Gatot. Keduanya punya kedekatan dalam hubungan perkawanan yang baik dan sudah terjalin sejak lama. "Kenapa kabar pembatalan tidak diberikan langsung Pentagon ke Mabes TNI, atau White House kepada Istana Negara?" kata Aziz.

"Kemudian kalau AS punya itikad baik langsung kontak dong. Ini memalukan, penolakan disampaikan pihak maskapai penerbangan," ujar dia. Menurut Aziz, penolakan yang disampaikan tidak langsung oleh AS ini telah merusak etika internasional dalam hubungan antarnegara. Penolakan ini juga tentu bisa berdampak pada hubungan diplomatik antara Indonesia dan AS yang sudah terjalin sejak lama. "Kita punya hubungan bilateral, kenapa dilecehkan? Cara AS tidak santun. Ini bisa merusak sejarah diplomatik, sejarah bilateral (Indonesia-AS)," katanya.

Bahkan lebih jauh Aziz menduga, ada sesuatu di balik penolakan Gatot oleh AS untuk berkunjung ke Washington ini. Dia menduga, Gatot ditolak karena paper ilmiah Gatot yang akan dipresentasikan dalam acara VEOs akan mengkritisi demokrasi di AS atau menjadikan forum tersebut sebagai ajang untuk menyampaikan gagasan atau ide orisinil Indonesia yang kerap mengundang kekaguman negara-negara sahabat.

"Sementara Panglima kan sudah menyiapkan paper untuk kongres itu. Saya khawatir paper ini untuk mengkritisi praktik-praktik demokrasi AS. Saya juga khawatirkan panglima datang dan menjadikan forum itu untuk menyampaikan ide-ide orisinil Indonesia dan AS khawatir kehilangan panggung," ujar Aziz.

Selanjutnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat pada Sabtu (21/10). Gatot bersama istrinya dijadwalkan pergi ke AS demi memenuhi undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Durford, Jr. untuk menghadiri acara konferensi bernama Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations ( VEOs) di Washington pada 23-24 Oktober mendatang.

Lalu kabar penolakan ini disampaikan pihak Emirates, maskapai penerbangan yang sedianya akan membawa Gatot bersama istrinya ke negeri Paman Sam. Gatot seharusnya menumpang pesawat Emirates EK 0357 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng sekitar pukul 17.00 WIB. Sejumlah administrasi dan kelengkapan visa pun dilaporkan telah dipenuhi Gatot bersama sejumlah delegasi Indonesia lainnya.

Hal ini, namun beberapa saat sebelum keberangkatan, Badan perlindungan perbatasan dan bea cukai AS mengeluarkan pemberitahuan bahwa Gatot dan istrinya tidak diperkenankan memasuki wilayah AS. Atas kejadian itu, Gatot telah melapor kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Menko Polhukam Wiranto. Dia juga dikabarkan telah mengirim surat kepada Joseph F Durford, Jr.

Namun pemerintah AS melalui kedutaan besarnya di Jakarta sudah meminta maaf. Hari ini Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. McKee memastikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah bisa masuk ke wilayah Negeri Paman Sam. “Kami telah menyelesaikan masalah ini. Jenderal Gatot sudah bisa pergi ke AS. Tidak ada larangan baginya untuk pergi. AS menyambut baik kedatangan Jenderal Gatot,” kata McKee usai bertemu Retno.

Lanjutnya ia pun mengungkapkan penyesalan atas insiden perjalanan Gatot ke Washington DC yang harus dibatalkan menyusul larangan masuk dari Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS pada Sabtu lalu. “Kedubes tengah bekerja keras untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden ini. Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden ini. Saya sudah minta maaf kepada Menlu Retno pagi ini,” kata McKee. ( IP - *** )



Berita Lainnya