Senin , | WIB

Jumat, 03 November 2017 - 22:11:44 WIB
BIP 45 : INTEL PALSU DAN ASLI INI CARA MEMBEDAKAN
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 73 kali


Intelijenpost.com

Intelijenpost.com  

Kepala humas Badan Intelijen Pejuang 45 ( BIP ’45 ) Sultan Ode Lahane Aziz menjelaskan, Intelijen bertugas untuk mengumpulkan informasi. Keberadaannya sangat sulit dideteksi, mengingat kinerjanya yang serba rahasia dan tak boleh mengungkap identitasnya sembarangan. Profesi ini membuat seseorang mendapatkan perlakuan istimewa.

Menurutnya, akan tetapi profesi ini kerap disalahgunakan seseorang untuk mendapatkan keuntungan, atau lepas dari jerat hukum. Bisa untuk memalak orang lain, atau menghindari razia polisi, ujar Aziz.

Lantas terkait hal itu, humas BIP’ 45 Lahane Aziz menuturkan cara untuk mengungkap intel asli dengan intel gadungan sebenarnya merupakan hal yang mudah ini cara, "membedakan mereka itu sebenarnya hal yang sangat mudah. Intel itu selalu menyembunyikan jati dirinya. Kalau dia mengaku intel, itu patut dicurigakan," kata Aziz saat dikonfirmasi Intelijenpost.com, Jumat (3/11/2017 ) malam.

Selanjutnya kata Aziz, jika ada seseorang yang dengan mudah mengaku bahwa dirinya berprofesi sebagai intel kepada kaum awam (bukan sesama aparat), itu patut ditandatanyakan. Karena rata-rata itu bertujuan tidak benar, ucapnya.

"Mengenai seorang intel itu tertutup. Bahkan kadang berpura-pura menjadi orang lain agar tak diketahui jati dirinya. Ngapain dia ngomong-ngomong ke orang lain? Itu berarti kan ada kepentingan. Wajib dicurigai. Kalau dia seorang intel, pasti akan menutupi jati dirinya, sebab  kalau ke blow up, akan merugikan diri dia sendiri," paparnya.

Kemudian untuk sesama anggota aparat, Aziz menjelaskan perbedaan intel asli atau gadungan pun dapat diketahui dengan mudah, apalagi jika memang mereka sesama intel. Lalu, sesama intel, satu sama lain pasti kurang lebih saling kenal.

"Sementara apalagi kalau pendidikannya bareng, pernah operasi bareng, atau di dalam suasana di mana dia tidak sengaja bersama-sama di dalam informasi, itu pasti otomatis saling kenal, meskipun tak akrab," tukasnya.

Lanjutnya Aziz, jika memang sama sekali tak pernah bertemu, bisa menanyakan bukti keanggotaan, di mana saja lokasi yang pernah menjadi tempat tugasnya. "Atau enggak, tanya aja apa sih yang dilakukan intel, untuk apa ada intel. Kalau dia gugup bahkan tak bisa jawab, ya itu kemungkinan intel gadungan," kata dia. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya