Jumat , | WIB

Rabu, 15 November 2017 - 18:30:42 WIB
BIP 45 : SUPAYA TIDAK PERLUAS GERAKAN OPM ATAU PENGACAU BERSENJATA
Nusantara - Dibaca: 136 kali


Intelijenpost.com

SEGERA PANGLIMA TNI KIRIM BATALYON KABARESI

Surabaya, Intelijenpost.com

Kepala humas Badan Intelijen Pejuang’ 45 ( BIP’45 ) Lahane Aziz mengatakan, supaya tidak perluas dan mempersempit gerakan Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) atau pengacau bersenjata, dia ( Aziz ) minta pemerintah ( Presiden Jokowi ) untuk memerintahkan atau percayakan Panglima TNI Gatot Nurmantyo agar menurunkan pasukan khusus yang pernah dibina dan dikomdaninya yakni, Batalyon Infanteri 731/ Kabaresi atau Yonif 731/KBR, ujar Aziz.

Lanjutnya pada tahun 1992 – 1993, waktu itu tim BIP’45 mengadakan investigasi di Wamena mengenai kebakaran hutan dan lingkungan tempat bercocok tanam warga setempat, sehingga warga saat itu sempat mengalami kelaparan, namun pemerintah pusat dapat segera mengatasinya dengan mengirim bantuan makanan berupa beras, ubi kayu ( singkong ) , talas serta bahan makanan lainnya, kata Aziz.

Singkat cerita di tahun 1992 itu, situasi keamanan masyarakat juga terganggu karena OPM lagi gesit – gesitnya mengadakan kekacauan terutama di Wamena dan khususnya seluruh Papua. Lantas dari pantauan BIP’45 waktu itu, untuk mengamankan situasi tersebut pemerintah sudah menurunkan batalyon dan pasukan dari Sulawesi, Kalimantan, pulau Jawa dan Sumatra, tapi semuanya belum berhasil bisa mengamankan situasi bergejolak OPM ini.

Akhirnya pada tahun 1993, pemerintah percayakan waktu itu Kodam XV Pattimura untuk menurunkan dan menggantikan pasukan dari pulau Jawa, penunjukan pasukan tersebut tepat karena tidak lain sudah jelas adalah Batalton Infantri 731/Kabaresi atau Yonif 731/KBR, baru tugas beberapa bulan saja pasuka OPM sudah mulai mundur dengan sendirinya karena beberapa pimpinan OPM sudah tertangkap dan lainnya keluar dari persembunyiannya untuk menyerah kepada Batalyon Kabaresi, ungkap BIP’45.

Inilah markasnya Batalyon Infanteri 731/Kabaresi atau Yonif 731/KBR merupakan Batalyon Infanteri yang berada di bawah komando Korem 151/Binaya, Kodam XVI/Pattimura. Markas Batalyon, Kompi Markas, Kompi Senapan B, Kompi Senapan C dan Kompi Bantuan berkedudukan di Waipo Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dengan dislokasi Kompi Senapan A di Namlea Pulau Buru, Kompi Senapan D di Namlore Pulau Buru dan Kompi Senapan E di Bula Kabupaten Seram Timur. Yonif 731 merupakan yonif yang diperkuat dengan komposisi 5 Kompi senapan.

Imbuh Aziz, inilah sejarah berdirinya : Batalyon Infanteri 731/Kabaresi merupakan cikal bakal dari penggabungan tentara-tentara pejuang yang tergabung dalam Batalyon Paliyama yang dipimpin oleh Kapten Inf Paliyama dan Satuan-satuan eks KNIL yang terdiri dari Putera-putera bangsa yang telah sadar akan perjuangan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Lantas proses penggabungan ini dilaksanakan secara bertahap pada hari yang berlainan. Penggabungan pertama dimulai dari IV eks KNIL masuk menjadi APRIS yang dipimpin oleh Letda Inf Salim, baru disusul oleh Kompi Markas, Kompi I, II, III, dan V, maka resmilah terbentuknya Batalyon Paliyama. Dari peristiwa sejarah tersebut maka ditetapkan bahwa pada tanggal 01 Juni 1950 merupakan hari jadi Batalyon Infanteri 731/Kabaresi. ( IP - *** )



Berita Lainnya