Selasa , | WIB

Minggu, 19 November 2017 - 14:00:22 WIB
PENGAWASAN DALAM PANDANGAN ISLAM
Nusantara - Dibaca: 76 kali


Intelijenpost.com

TERKAIT ORANG SAKIT BENAR ATAU TIDAK ALLAH YANG TAU

Pemred Intelijenpost.com : Sultan Ode Lahane Aziz

Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini tidak pernah lepas dari kontrol dan penglihatan Allah SWT.  Demikian pula terhadap putusan hakim. Segala yang dilakukan oleh mereka, setiap gerak – geriknya selalu mendapat pengawasannya dari Allah SWT. Bahkan, Allah mengetahui apa yang ada di dalam pikiran dan hati manusia, dan manusia tidak bisa menyembunyikan segala yang dilakukannya dari pantauan Allah.

Oleh sebab itu orang yang sakit benar atau tidak Allah yang tau. Islam menekankan kepada para pemeluknya agar dalam berbuat sesuatu tetap menggunakan cara – cara yang benar dan menurut ajaran agama, meskipun orang lain tidak tau tetapi Allah maha mengetahui. Sementara terkait dengan profesi hakim, maka segala putusan yang diambilnya dalam setiap perkara yang ditanganinya, maka ia tidak boleh berbuat semaunya, tidak jujur, tidak benar, tidak adil dan prilaku – prilaku lainnya yang melanggar kode etik profesi hakim dan prinsip – prinsip keadilan yang bukan hanya yang akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan di akhirat kelak.

Sebagaimana putusan hakim selalu dimulai dengan kata – kata, “ Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Bahkan, khusus untuk putusan peradilan Agama di Indonesia ditambah dengan kalimat : “ Dengan Nama Allah Yang Maha Murah dan Maha Asih “. Lebih jauh lagi, terdapat banyak dalil dalam Al – Quran maupun Hadits yang membuat peringatan kepada manusia bahwa semua perbuatan dan tingkah laku manusia adalah diawasi oleh Tuhan.

Berikut ini beberapa ayat Al – Quran yang mengandung pesan pengawasan terhadap manusia, termasuk hakim di dalamnya. “ Sesungguhnya Tuhanmu benar – benar mengawasi “. Dan Dialah Allah ( Yang disembah ), baik di langit maupun di bumi ; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui ( pula ) apa yang kamu usahakan “.

“ Dan Aku tidak membebaskan diriku ( dari keselahan ) , karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi  rahmat oleh Tuhanku “. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya “.

“ Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain diantara kamu dengan jalan batil dan ( janganlah ) kamu membawa ( urusan ) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian dari pada harta benda orang lain itu dengan ( jalan berbuat ) dosa, padahal kamu mengetahui “.  ( Intelijenpost.com )      



Berita Lainnya