Selasa , | WIB

Selasa, 05 Desember 2017 - 11:12:53 WIB
LSM : HADI TJAHJANTO SIAP KAWAL POROS MARITIM DAN EFEKTIF SOLIDKAN TNI
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 42 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menyangkut pengajuan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI dinilai bakal berdampak positif pada Poros maritim dan bisa makin menyolidkan keluarga besar tentara melalui rotasi antar-matra. Usianya yang lebih muda dari Kepala Staf lainnya dianggap sebagai keuntungan agar bisa mencapai misi-misi tersebut.

"Sementara selain akan menopang kebijakan maritim pemerintahan Jokowi, juga mengembangkan tradisi rotasi antar-matra dalam tubuh TNI yang kontributif bagi penguatan soliditas TNI," ujar Lahane Aziz, Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, di kantornya, Surabaya, baru lalu.

Lanjutnya terkait Poros Maritim Aziz mengatakan, kandidat Panglima TNI dari matra udara ini diharapkan akan dapat menyelaraskan antara politik negara, yang salah satunya adalah konsep Poros Maritim, dengan arah kebijakan pertahanan negara.

"Mengenai pilihan Hadi sebagai calon tunggal panglima TNI adalah juga merupakan bagian dari penekanan untuk kepentingan pertahanan negara. Langkah untuk menjaga dan mengintegrasikan antara politik negara dalam bentuk Nawacita dan Poros Maritim Dunia dengan doktrin pertahanan negara serta doktrin TNI dan doktrin angkatan," paparnya.

Aziz  menambahkan, pengajuan Hadi ini mengembalikan rotasi kepemimpinan di tubuh TNI yang diprediksi akan membawa soliditas lebih baik. Dua panglima TNI sebelumnya, yakni Moeldoko dan Gatot Nurmantyo, berasal dari TNI AD. Sementara, Hadi Tjahjanto berasal dari TNI AU. "Hal ini juga menegaskan untuk memperkuat penekanan kepemimpinan di TNI bahwa kepemimpinan bergilir adalah bagian dari membangun soliditas antar-angkatan," ucapnya.

Aziz mewakili rekan – rekan LSM lainnya dan  sama-sama sepakat, pemilihan Hadi tepat karena masa pensiunnya yang lebih lama dibanding Kepala Staf matra lainnya. Ia yang saat ini berumur 54 tahun dipandang memiliki waktu yang lebih banyak dan efektif untuk mengonsolidasikan internal TNI dan mengawal misi Poros Maritim ala Presiden Jokowi.

"Lantas lebih efektif, mengingat masa pensiun yang bersangkutan masih cukup lama sehingga memiliki waktu yang cukup untuk menata organisasi TNI semakin baik," kata Aziz.

Lalu mengenai hal ini, Pasal 13 UU TNI menyatakan, calon Panglima TNI adalah yang pernah atau sedang menjabat sebagai Kepala Staf. Diketahui, saat ini Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi berusia 57, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono berumur 56.

Aziz juga menjelaskan, Hadi memiliki rekam jejak yang baik dan berprestasi. Pilihan Jokowi ini sejalan dengan aspirasi elemen masyarakat sipil tentang kandidat Panglima TNI baru yang semata-mata dipilih untuk kepentingan organisasi TNI dan kepentingan nasional. lantaran itu dia meyakini, parlemen akan menyetujui calon Panglima pilihan Jokowi ini.

"Menurutnya, calon panglima pilihan Jokowi ini dipastikan akan memperoleh persetujuan bulat dari parlemen karena rekam jejak dan prestasinya yang memadai sebagai calon panglima. Tidak ada alasan obyektif yang kuat bagi DPR untuk tidak menyetujui usulan Jokowi," ia menegaskan.

Kemudian pada Senin (4/12), Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku menerima surat dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang berisi pengajuan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun Maret 2018. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya