Selasa , | WIB

Rabu, 06 Desember 2017 - 20:33:24 WIB
LISENSI TERBANG PILOT LION AIR YANG GUNAKAN SABU AKAN DICABUT MENHUB
Hukum & Kriminal - Dibaca: 29 kali


Intelijenpost.com

Bogor, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan, mencabut lisensi terbang pilot Lion Iar, MS (48), yang tertangkap tangan mengisap sabu. "Kami tindak tegas ya. Kami akan cabut lisensinya," ujar Budi saat dijumpai di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12/2017).

Lantas Budi mengakui, banyak pilot yang bergaya hidup tidak sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi narkotika dan minuman keras. Oleh karena itu, Kemenhub menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk meneliti fenomena gaya hidup para pilot tersebut.

Selanjutnya harapannya, Kemenhub dapat merancang kebijakan untuk mencegah pilot menggunakan narkotika.  "Kami dan BNN memang bersama-sama meneliti lifestyle pilot-pilot ini. Kami akan meneliti ini lebih jauh. Insya Allah kita akan lihat hal apa yang prinsipil dan dapat kami lakukan," ujar dia.

Kemudian saat ditanya apakah ada sanksi bagi maskapai penerbangan asal pilot, Menhub belum dapat Diberitakan, oknum pilot Lion Air JT 92 berinisial MS (48) tertangkap tangan sedang mengisap sabu, Senin (4/12/2017) malam. Ia membawa sabu di dalam dompetnya. Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho mengatakan, sabu itu diselipkan di dompet milik MS yang dibawa dari Tangerang.

"Menurut dia selip sabu di dompet dan membawanya dari Tangerang menuju Kupang. Karena jumlahnya sedikit cukup untuk dimasukkkan ke dalam dompet," ungkap Anthon saat memberikan keterangan di Mapolresta Kupang Kota, Selasa (5/12/2017).

Sementara Anthon mengatakan, sisa sabu yang telah digunakan dan diamankan oleh polisi seberat 0,57 gram. Saat ditangkap, MS sedang sendirian menggunakan sabu dan dalam kondisi sadar. "Setelah kami periksa dan lakukan tes, ternyata dia positif menggunakan narkoba," ucapnya.

Mengenai MS kemudian dibawa ke Mapolres Kupang dan ditahan serta diperiksa secara intensif. Selain itu, polisi juga memeriksa tiga orang pegawai hotel sebagai saksi. "Dia dijerat Pasal 112 subsider Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata dia. ( IP – BOY )

 



Berita Lainnya