Selasa , | WIB

Kamis, 07 Desember 2017 - 13:40:14 WIB
PENYALURAN RASTRA PEMERINTAH BAKAL PERKETAT
Ekonomi Bisnis - Dibaca: 48 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut pemerintah memastikan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), seperti pemberian beras sejahtera (rastra) dan bahan pangan pada 2018 berjalan lebih efektif dibandingkan dengan tahun ini.

Menurut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, pemberian bantuan akan diperketat sesuai dengan nama dan alamat yang tercantum dalam data Keluarga Penerima Manfaat (KPM). "Jadi tidak salah sasaran, diterima sesuai dengan yang menjadi penerima haknya pada 2018," ucap Puan, Rabu (6/12).

Kemudian saat ini, lanjut Puan, pihaknya masih terus melakukan verifikasi data KPM. Sepanjang tahun ini, pemerintah melaksanakan BNPT di 44 kota secara bertahap. Selanjutnya, pemerintah bakal menambah luasannya hingga 317 kabupaten atau kota.

Lantas pada tahun ini pemerintah telah mengonversi bantuan rastra menjadi bantuan pangan untuk 1,2 juta KPM dari total 15,6 juta KPM. Sementara, sisanya sekitar 14,4 juta masih menerima subsidi rastra. "Tahun depan itu penerima rastra akan terkonversi di dalam subsidi rastra dan bantuan pangan," terang Puan.

Lalu namun, Puan menegaskan, penerima bantuan rastra tahun depan tidak perlu membayar karena bukan lagi bersifat subsidi, melainkan bansos. Seperti diketahui, penerima bantuan rastra tahun ini dikenakan biaya Rp1.600 per kilogram (kg). Artinya, masyarakat masih harus mengeluarkan uang setidaknya Rp24 ribu untuk mendapatkan 15 kg beras.

Namun jika tahun ini penerima bantuan pangan baru menyentuh 1,2 juta KPM, maka pemerintah tahun depan menargetkannya hingga 10 juta KPM. Namun, hal itu dilakukan secara bertahap. "Sekarang kami melakukan pemetaan agar lebih detil lagi," imbuhnya. ( IP – TIO )



Berita Lainnya