Minggu , | WIB

Kamis, 28 Desember 2017 - 10:08:11 WIB
BEASISWA DANA ABADI PENDIDIKAN SENTUH LULUSAN SD JOKOWI MINTA
Pendidikan & Kesehatan - Dibaca: 169 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Presiden Joko Widodo berharap dana abadi pendidikan benar-benar digunakan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Dana tersebut harus digunakan untuk mendukung keahlian yang dibutuhkan oleh perekonomian Indonesia saat ini dan masa depan.

Mengenai saat ini, sebagian besar angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus lalu, 59,6 persen dari angkatan kerja Indonesia sebanyak 131 juta merupakan lulusan SD dan SMP. Maka dari itu, ia berharap dana abadi pendidikan bisa membiayai pendidikan keterampilan bagi lulusan SD dan SMP agar bisa terjun ke dunia profesional.

“Lantas dana abadi pendidikan seharusnya juga bisa menyentuh sektor ketenagakerjaan kita yang saat ini mayoritas lulusan SD dan SMP yang memerlukan keterampilan. Saya minta dikalkulasi jika program beasiswa bisa diberikan kepada para pekerja untuk meningkatkan keterampilannya,” jelas Jokowi di Istana Bogor, Rabu (27/12).

Selanjutnya Jokowi menuturkan, beasiswa tersebut bisa diberikan dalam bentuk program pendidikan dan pelatihan vokasi. Saat ini, menurut dia, himpunan dana abadi pendidikan yang dapat digunakan mencapai Rp31 triliun. Investasi tersebut pun diharapkan bisa menopang produktivitas nasional. “Jangan asal mengirim ke luar negeri. Harus ada pemetaan di bidang-bidang strategis apa yang kita sekarang ini tertinggal. Kita harus mampu mengejar ketertinggalan di bidang-bidang strategis yang ingin dikembangkan di masa yang akan datang,” tambahnya.

Lalu adapun selama ini, dana abadi pendidikan juga digunakan untuk membiayai beasiswa mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri. Ia pun berharap para mahasiswa tersebut benar-benar bisa meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Kemudian Jokowi juga berharap proses rekrutmen mahasiswa yang kuliahnya dibiayai pemerintah harus mencerminkan kemajemukan masyarakat Indonesia dan benar-benar potensial. Selain itu, ia juga minta agar destinasi studi tidak bersifat monoton, sehingga mahasiswa bisa belajar keahlian berbeda dari masing-masing negara. “Dari segi tempat belajar juga jangan monoton, mengelompok di satu negara tujuan saja. Kita lihat keunggulan dari negara-negara tersebut untuk dipelajari oleh anak-anak muda,” tambahnya.

Menyangkut sekadar informasi, penerima dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tercatat 16.887 orang, yang terdiri dari 11.151 orang yang sedang menempuh pendidikan, alumni LPDP sebanyak 2.729 orang, dan 3.007 orang belum diberangkatkan per Agustus 2017. ( IP – R. JONGKEN )

 



Berita Lainnya