Jumat , | WIB

Sabtu, 30 Desember 2017 - 01:55:29 WIB
TERDUGA TERORIS DICOKOK SEPANJANG 2017 SEBANYAK 172
Halo Polisi - Dibaca: 65 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mencokok sebanyak 172 terduga teroris sepanjang 2017. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan, sebanyak 68 terduga teroris masih dalam tahap penyidikan Densus 88, 76 terduga teroris masih dalam tahap persidangan, sementara 10 sudah dijatuhi vonis, 16 meninggal dunia saat hendak ditangkap Densus 88, dan dua teroris lain meninggal dunia karena bunuh diri.

"Selanjutnya tahun lalu (2016) sebanyak 163 orang, dan tahun 2015 sebanyak 73 orang," kata Tito saat memaparkan hasil kinerja Polri selama 2017 di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/12).

Kemudian menurut dia, ada dua kemungkinan yang menyebabkan peningkatan jumlah penangkapan terduga terorisme ini, yakni jumlah perkara terorisme dan rencana serangan teror meningkat atau upaya pencegahan yang dilakukan polisi meningkat "Saya lebih cenderung mengatakan bahwa banyaknya penangkapan ini karena langkah proaktif yang dilakukan polisi, lebih khusus Densus 88," kata Tito.

Bahkan lebih jauh, Jenderal bintang empat itu menyampaikan sebanyak 18 personel Polri menjadi korban aksi teror sepanjang 2017, di mana empat orang di antaranya meninggal dunia.Menurutnya, jumlah anggota Polri yang paling banyak menjadi korban aksi terorisme terjadi pada 2011. Kala itu, total ada 31 anggota Polri yang menjadi korban, tiga di antaranya meninggal dunia dan 28 orang terluka.

Lantas pada 2016, tercatat ada 12 polisi yang menjadi korban aksi terorisme dengan satu orang di antaranya meninggal dunia. "Jadi trennya naik dibanding 2016, jumlah anggota Polri yang gugur dan terluka," ujarnya. ( IP – DW )



Berita Lainnya