Minggu , | WIB

Senin, 18 Agustus 2014 - 19:23:20 WIB
LUWUK BANGGAI MARAK PEMBALAKAN LIAR DAN PENYALURAN BBM SUBSIDI SECARA ILEGAL
Nusantara - Dibaca: 15419 kali


SULTENG,INTELIJENPOST.COM Polda Sulawesi Tengaah ( Sulteng ) yang menurunkan sejumlah Anggotanya ke Kabupaten Banggai  untuk menelusuri keberadaan sejumlah industry penggergajian kayu dan lokasi penimbunan kayu oleh pemilik IPKTM di lokasi tersebut, dalam penelusuran Anggota menemukan kontainer berisi kayu di Pelabuhan Luwuk yang hendak dikapalkan ke Surabaya, dengan jumlah ribuan meter kubik kayu yang tidak jelas asal usul dokumennya.

Perkembangan selanjutnya, Polda Sulteng menangkap empat belas orang pelaku illegal loging ( penebangan liar ) di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Pelaku pembalakan liar tersebut dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Luwuk, bersama dengan pelimpahan berkas perkara mereka dari Polda Sulteng ke Kejaksaan Negeri setempat.

Menurut Jaksa Penuntut Umum, Ruslan para tersangka sebagian berstatus sebagai pemilik industry penggergajian kayu ( saw mill ). Pimpinan Perusahan milik Izin Pemanfaatan Kaya TanahMasyarakat ( IPKTM ), dan breker kayu tersebut menjalani proses hukum karena tuduhan terlibat praktek illegal loging di Kabupaten Banggai, ujar Ruslan.

Sementara empat belas ( 14 ) tersangka illegal loging yang menjalani penahanan dan kasusnya segera di sidangkan antara lain, Beny Kopstan, Suprapto, Rasman, Fahri Labolo, Maris Penuru, Arianto Djalumang, Abdul Rasyid, Sudirman, Sukarjo, David Oli dan Mulyono, ungkap Ruslan.

Penyalur BBM Subsidi Secara Ilegal.

PT. Bukasa Migas Transport, Mobil tankinya tertangkap Kepolisian saat membawa BBM Subsidi ke kapal LCT Daya Berguna milik PT. Mentari di Pelabuhan Tangkian belum lama ini, diduga tidak hanya sekali ini terlibat dalam penyalahgunaan penyaluran BBM Subsidi, kata sumber yang berinsial AC.

Fakta adanya kejadian kasus ini, beberapa waktu lalu beredar rekaman visual proses pengisian BBM dari sebuah Mobil tanki khusus BBM Subsidi ke tanki BBM Industri di sebuah gudang tertutup di salah satu kantor perusahan di daerah Kelurahan Simpong.

Sumber berinsial AC juga menjelaskan, melalui mantan Kasat Reskrim Polres Banggai AKP. I Made Darma SH, berdalih Barang Bukti ( BB ) berupa BBM tidak dapat digunakan Kepolisian kecuali perbuatannya di tangkap tangan secara langsung, ujarnya.

Seperti halnya juga kejadian pengisian Bahan Bakar Minyak ( BBM ) Subsidi ke tanki Mobil BBM Industry beberapa waktu itu, kali ini salah satu Mobil tanki milik PT. Bukasa Migas Transport ( BMT ) yang indikasinya terlibat langsung dalam proses penyaluran BBM Subsidi secara illegal apa alasan Polisi juga karena kejadiannya tidak tangkap tangan maka harus di lepas dan Sopir Mobil tanki tersebut hanya diambil keterangan sebagai saksi, perbuatan ini sudah jelas melanggar hukum dan diduga kuat oknum petugas ikut membekengi kasus BBM dimaksud, imbuh AC.  ( IP – AG )



Berita Lainnya