Jumat , | WIB

Jumat, 12 Januari 2018 - 22:46:05 WIB
P3SI SEBUT PARPOL MINTA UANG MAHAR CALON PILKADA MELEBIHI AMBANG BATAS
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 56 kali


Intelijenpost.com

MERUSAK DEMOKRASI DAN PELIHARA KORUPSI

Surabaya, Intelijenpost.com

Ketua umum Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) Lahane Aziz mengatakan, Partai Politik ( Parpol ) minta uang mahar dari para calon Pilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) yang dinilai melebihi ambang batas antara 40 meliar – sampai 300 meliar, hal ini merusak demokrasi, disamping itu secara tidak langsung Parpol tersebut memelihara dan menyuburkan korupsi.

Menurutnya, seharusnya Parpol itu mendidik agar kinerja para calon Pilkada ini kedepan baik, sehingga apabila calon Pilkada tadi sudah lolos dalam ketentuan KPU dan sudah siap mengikuti Pemilu serta dalam pemilihan calon Pilkada mendapat suara terbanyak dan sudah jelas jadi calon Walikota, Bupati maupun Gubernur yang hasilnya dapat dipastikan calon terbaik, ujar Aziz.

Lantas mengenai uang mahar Aziz menjelaskan, sudah bukan rahasia umum lagi karena mendirikan Parpol juga perlu modal untuk merekrut  para simpatisan dan juga untuk membeli keperluan pakian seragam, umbul – umbul dan lain sebagainya, namun dalam hal ini pimpinan dan pengurus Parpol juga punya perasaan masalah minta uang mahar kepada para calon Pilkada ini yang pantas antara Rp. 500 juta – sampai Rp. 1 meliar, untuk per – satu orang calon pilkada, tutur Aziz.

Kemudian nanti para calon Pilkada ini sudah menjabat sebagai Walikota, Bupati dan Gubernur sudah jelas pejabat itu harus loyalitas terhadap Parpol pendukungnya, jadi P3SI juga menyarankan kepada pimpinan atau pengurus Parpol jangan tamak, serakah dalam hal merekrut calon Pilkada dengan meminta uang mahar melebihi ambang batas kemampuan para calon Pilkada tersebut, sehingga dapat menutupi permintaan uang mahar tadi para calon harus berutang dan kalau tidak dapat pinjaman otomatis gagal calon, akibatnya terjadi bocor halus atau isu – isu yang tidak sedap maka timbullah fitnah dan menjadi kisruh, kata Aziz. ( IP - *** )



Berita Lainnya