Rabu , | WIB

Senin, 12 Februari 2018 - 12:33:32 WIB
BERAS IMPOR MERUSAK HARGA PASARAN DAN MERUGIKAN PETANI
Nasional - Dibaca: 154 kali


Intelijenpost.com

SERTA PEREKONOMIAN NEGARA LSM :  

Surabaya, Intelijenpost.com

Permasalahan beras impor ibaratnya luka menjadi borok, sebab masalah beras impor ini adalah permainan lama yang dikendalikan oleh mafia beras dan masalahnya sudah pernah terungkap sehingga dihentikan sementara pada masa pemerintahan SBY, kemudian setelah pemerintahan Jokowi – Jk, pada tahun 2016 mulai diadakan impor beras lagi sampai saat ini.

Mengenai beras impor ini, Intelijenpost.com coba konfirmasi  dengan Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, ini merupakan pemain lama sehingga disebut hanya menggantikan baju atau merubah izin api impor nama perusahan baru padahal pemainnya orang lama alias mafia beras yang bekerja sama dengan oknum Bulog ( pemerintah ), ujar Aziz.

Lanjut Aziz, beberapa hari lalu para pedagang beras di pasar Cipinang mengatakan bahwa kualitas beras impor  tak sebagus beras lokal, tetapi kenapa pemerintah mau impoir beras itu ke dalam negeri, dan menurut pedagang tadi kalau beras impor dimasak tanpa dicampur dengan beras lokal maka nasinya tak sedap rasanya karena tak punel maupun ada rasa lainnya sehingga makan lima sendok saja sudah berhenti, tapi bila beras impor dicampur dengan beras lokal dimasak baru nasinya enak dimakan, kata sumber pedagang tadi.

Kemudian data dan informasi yang dihimpun LSM.PKA – PPD  dari sumber yang berinsial ED yang pernah bekerja sama dengan mafia beras impor mengatakan, beras impor didatangkan pada saat kurang satu bulan petani gabah mau mengadakan panen raya, inilah permainan atau taktik mafia beras ini jadi pada saat petani panen gabah dia tengkulak ( mafia beras ) dapat beli gabah sebanyak mungkin dengan harga murah, lalu alasannya kepada petani karena beras impor didatangkan sudah sesuai kapasitas maka terpaksa petani gabah ini menjual hasil panennya untuk menutupi kebutuhannya, ujar sumber ini.

Lantas ED juga mengatakan, setelah gabah yang dibeli dari petani dengan jumlah yang banyak lalu gabah tadi dibawah ke mesin slep dan dibersihkan jadi beras kualitas agak baik dan dibawa kegudang untuk beras itu dioplos dengan beras impor , kata dia ( ED ) beras itu dicampur ( oplos ) dengan perbandingan 2 : 1 yakni, 2 Kg beras lokal di oplos beras impor 1 Kg, jadi hasilnya sudah menjadi 3 Kg beras berkualitas baik yang dijual dipasaran dengan harga tinggi.

Hasil dari beras yang dioplos tadi, para tengkulak ( mafia beras ) masukan beras itu di dalam karung plastik yang baru dan sudah diberi gambar, tulisan merk tertentu dengan gambar gunung, tanaman, hewan darat, ikan maupun gambar lainnya, serta ditulis dikarungnya ini beras dari Banyuwangi, Cerebon, Cilacap, Jawa Barat dan Sumatra ( Medan ), beras ini berada dan dijual bebas diseluruh pasar yang ada di Indonesia, ucap ED.

Imbuhnya masalah beras impor merugikan perekonomian negara, gabah hasil panen petani dibeli dengan harga murah padahal berasnya berkualitas baik, beras impor dikatakan kurang layak untuk dikonsumsi sesuai yang dikatakan oleh para pedagang beras pasar Cipinang, tapi kalau dicampur dengan beras lokal baru hasilnya berkualitas layak dikonsumsi dan dijual dengan harga tinggi, coba bandingkan kalau dioplos dengan beras impor sebanyak 281.000 Ton + 562.000 Ton beras lokal = 843. 000 Ton beras berkualitas baik yang dijual dengan harga tinggi hal ini merugikan perekonomian negara, ungkap LSM.

Untuk itu LSM. PKA – PPD minta kepada Satgas Pengawasan Pangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) untuk segera menindaklanjuti  masalah ini, karena dilihat jelas masalah impor beras ini ada unsur penyimpangan dan diduga telah terjadi Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ) antara mafia beras dengan oknum Bulog( pemerintah ), tutup Aziz. ( IP - *** )

  

 

 



Berita Lainnya