Rabu , | WIB

Jumat, 09 Maret 2018 - 22:31:29 WIB
P3SI : MAU JADI TITISAN SOEHARTO, TOMMY HARUS SEBAGAI CAWAPRES JOKOWI
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 128 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Ketua umum Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) Lahane Aziz mengatakan, di Pilpres 2019, Tomy Soeharto jangan dulu sebagai calon Presiden lebih baik sebagai Calon Wakil Presiden untuk mendampingi Jokowi selaku Presiden, karena menurut dia ( Aziz ) untuk priode 2019 – 2024, sudah merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar – tawar lagi hal ini sudah jelas Jokowi menjadi Presiden untuk kedua kalinya.

Menurut Aziz, mau jadi titisan Soeharto, Tomy Soeharto harus sebagai Cawapres Jokowi dulu, nanti setelah masa jabatan Presiden Jokowi berakhir pada Tahun 2024, otomatis Wapres ( Tomy Soeharto ) sebagai calon kuat untuk presiden di priode 2024 – 2029, karena sebagai saingan kuat Jokowi sudah tidak bisa calon Presiden lagi, disamping itu Prabowo juga sudah tidak mampu sebagai Calon Presiden sebab sudah termakan usia, ujar Aziz.

Imbuhnya, kalau Tomy Soeharto mau calon Presiden di Pilpres 2019, Aziz menilai rakyat belum akan mendukung dan perlu bukti tentang hasil kerjanya jadi jelas harus sebagai Wapres dulu, kalau Tomy tetap paksakan diri sebagai Capres nanti P3SI sebut Tomy Soeharto akan menyesal karena telah menyia – nyiakan kesempatan emas ini, dan dia juga dianggap merusak Partai Berkarya miliknya sendiri serta cita – cita untuk menjadi titisan Soeharto akan gagal dan tak pernah terwujud, tutur Aziz.

Selanjutnya berita yang dilansir Intelijenpost.com mengenai, Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Berkarya, pada 10-11 Maret, bakal mengukuhkan Hutomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto sebagai Ketua Umum Partai Berkarya. Rapimnas juga sekaligus merekomendasikan pencalonan Tommy sebagai bakal calon presiden di Pemilu 2019.

"Kemudian danya [agenda rapimnas] pengukuhan Pak Tommy sebagai ketua umum, sekaligus rekomendasi itu pencalonan Pak Tommy dan konsolidasi persiapan kami di Pemilu 2019," kata Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang saat dihubungi, Jumat (9/3).

Lanjut dia mengatakan pencalonan Tommy sebagai bakal capres merupakan keinginan kader Partai Berkarya. Namun, sebagai partai baru Andi sadar tidak bisa mengusung Tommy. "Nanti ada komunikasi politik dengan partai-partai yang memenuhi syarat untuk mengusung pak Tommy ya kita siap saja," katanya.

Lantas alasan pencalonan Tommy itu, jelasnya, karena ia merupakan putra dari Presiden RI kedua Soeharto. Tommy, katanya, dianggap titisan Soeharto. "Banyak masyarakat yang merindukan nuansa pembangunan ekonomi di era Pak Harto, dan figur Pak Tommy ada di situ," ujarnya.

Hal ini, Partai Berkarya resmi dinyatakan lolos sebagai partai politik peserta Pemilu 2019. Tommy pun menyinggungkan senyum tipis saat mengangkat nomor urut 7 untuk Berkarya di Gedung Komisi Pemilihan Umum, (18/2). Saat ini, Ketua Umum Partai Berkarya dijabat oleh Neneng A. Tutty. Tommy sendiri masih menjabat Ketua Dewan pembina Partai Berkarya. ( IP - *** )



Berita Lainnya