Jumat , | WIB

Selasa, 20 Maret 2018 - 13:30:15 WIB
KECAM ARAB SAUDI SOAL HUKUMAN MATI ORMAS DAN LSM BURUH MIGRAN
Nasional - Dibaca: 196 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai sejumlah organisasi masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi demonstrasi di Kedutaan Besar Saudi Arabia di Indonesia, Selasa (20/3) pagi. Aksi unjuk rasa dilakukan terkait hukuman mati yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap TKI asal Madura, Muhammad Zaini Misrin.

Selanjutnya beberapa ormas dan LSM yang terlibat dalam aksi ini di antaranya Migrant CARE, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), JBM, Human Rights Working Group (HRWG), dan Komisi Migran KWI. Pantauan Intelijenpost.com, ada puluhan orang berpakaian hitam yang berasal dari berbagai ormas dan LSM yang mengikuti aksi ini.

Menurut Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant CARE Anis Hidayah dalam orasinya mengajak para peserta aksi menyorakkan yel-yel menyinggung Arab Saudi. "Saudi Arabia, pembunuh! Pembunuh!" seru Anis, yang kemudian disambut oleh peserta aksi.

Lantas melalui aksi ini, para peserta aksi menuntut pemerintah mengeluarkan nota protes diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi. Mereka juga mendesak pemerintah untuk mengerahkan sumber daya politik dan diplomasi untuk mengupayakan pembebasan ratusan buruh migran lain yang terancam hukuman mati di negara-negara penempatan kerja mereka.

Kemudian Anis mengatakan, hukuman mati tidak patut diterapkan di zaman sekarang. Apalagi pemerintah Arab Saudi melakukan hukuman pancung kepada Zaini tanpa pemberitahuan terlebih dulu. "Hukuman mati tidak manusiawi. Arab Saudi tidak memberikan notifikasi," ucap dia. Selain berorasi, para peserta aksi juga membawa spanduk besar dan sejumlah poster berisi tulisan-tulisan kecaman terhadap Arab Saudi. Misalnya 'Saudi Arabia, Please Stop beheading' dan 'Pekerja Migran Bukan Hewan Kurban!'.

Mengenai Muhammad Zaini Misrin, TKI asal Madura dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi pada Minggu (18/3). Zaini yang sudah sejak 1992 bekerja di Arab Saudi sebagai sopir dituduh melakukan pembunuhan terhadap majikannya pada 2004. Zaini kemudian diproses hukum dan dijatuhkan hukuman mati pada 17 November 2008.

Hal ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan baru mengetahui kasus Zaini setelah hakim Arab Saudi menjatuhkan vonis mati pada November 2008. Setelah itu, pemerintah melakukan upaya pendampingan hukum dan menunda eksekusi terhadap Zaini sampai tiga kali. Namun, eksekusi yang dilakukan Minggu (18/3) dilakukan tanpa pemberitahuan.

"Masalahnya dari otoritas Saudi tidak pernah memberi notifikasi ditangkapnya Zaini Misrin pada tahun 2004 lalu baik ke KJRI di Jeddah maupun KBRI di Mekah," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (19/3). ( IP – TIO )

 



Berita Lainnya