Rabu , | WIB

Senin, 02 April 2018 - 18:05:36 WIB
P3SI MINTA PRABOWO MAU DIPERCAYA RAKYAT JANGAN SUKA SUUDZON
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 86 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Ketua umum Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) Lahane Aziz meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, “ kalau mau dipercaya dan dihargai rakyat, “ jangan suka suuzon.

Menurut Aziz, kalau Prabowo Subianto mau mendaftarkan diri sebagai calon Presiden – RI di Tahun 2019 nanti, sebaiknya dia menata strategis untuk Partainya Gerindra di 34 Provinsi agar seluruh DPD. Pimpinan cabang dan ranting untuk mendekatkan diri dengan masyarakat serta membuat program yang menyenangkan hati masyarakat sehingga hal ini dapat meningkatkan pendukung maupun kepercayaan masyarakat terhadap Partai Gerindra tersebut, ujar Aziz.

Selanjutnya dia ( Prabowo ) bersama kader – kadernya di pusat maupun daerah harus rajin silaturahmi dengan para ula’ma dan tokoh masyarakat, serta Prabowo sendiri harus berpesan kepada kader dan pendukungnya supaya berbuat baik, bertutur kata yang sopan dan jangan sekali – sekali kita suuzon kepada partai atau para calon Presiden dan wakilnya, tutur Aziz.

Imbuh Aziz, diminta juga Prabowo segera merubah sifat atau niat politiknya dengan cara – cara suuzon tersebut, karena dengan cara ini nanti akan merugikan dirinya sendiri sebab hal ini membuart masrakat tidak suka pimpinan yang punya sikap politik semacam ini, ucapnya. 

Disisi lain, Intelijenpost.com melansir berita mengenai, Ma’ruf menyatakan kepada Prabowo untuk menunjuk langsung orang atau elite di Jakarta yang ditudingnya membohongi publik.

"Orangnya mana? Tunjuk nama, tunjuk hidung saja. Jangan melempar tidak jelas," kata Ma'ruf di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/4).

Bahkan sebelumnya, Prabowo menyatakan elite Indonesia bodoh dan serakah karena mengesampingkan kesejahteraan masyarakat sehingga kesenjangan ekonomi makin membesar. Tak hanya itu, elite juga disebut Prabowo bermental maling karena hatinya beku, kerap menggelembungkan anggaran dan tidak setia kepada rakyat.

Lantas kendati demikian, ia tidak menyebut nama saat itu. Oleh sebab itu, Ma'ruf berpendapat pernyataan Prabowo nantinya mengakibatkan orang bebas berasumsi dan menunjuk oknum. "Jangan lempar begitu nanti yang kena siapa. Ini jadi saling tunjuk," tutur Rais Am Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) ini.

Sementara dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga tak segan-segan menunjukkan kesenangannya terhadapo politik Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi berpolitik langsung dengan bekerja dan menerapkannya. "Saya suka beliau, Pak Jokowi yang penting kerja. Tidak usah mengucapkan. Politik sebaiknya tidak diucapkan, tetapi dikerjakan," kata Ma'ruf.

Mengenai hal ini disampaikan menyikapi pernyataan lain Prabowo yakni Indonesia sekarang membutuhkan pemimpin yang baik dan jujur. Ketimpangan ekonomi juga disebut karena kelalaian pemerintah merealisasikan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah dan masyarakat, kata Prabowo saat ini disebut lengah dan tidak waspada terhadap kelakuan para elite yang terus menerus mengeruk keuntungan pribadi.

Kemudian menanggapi hal itu, Ma'ruf berpendapat sebaiknya semua saat ini bekerja dan tidak melemparkan pernyataan sembarangan. "Jadi kerja, kerja, dan kerja. Jangan bikin pernyataan yang bikin gaduh saja," ucap Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ini. ( IP - *** )



Berita Lainnya