Rabu , | WIB

Sabtu, 07 April 2018 - 19:11:01 WIB
LSM MINTA JUSUF KALLA TANGGAPI PANITIA MASJID AL - JAMMI PROPOSAL BANTUAN DANA
Nasional - Dibaca: 229 kali


Intelijenpost.com

SUDAH 2 TAHUN BELUM DIPERHATIKAN PEMERINTAH

Surabaya, Intelijenpost.com 

Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, sudah 2 ( dua ) Tahun Panitia Masjid Al – Jammi mengajukan Proposal pembangunan Masjid Al – Jammi Tehoru, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, sesuai Keputusan Pejabat Negeri Tehoru Nomor : 470/128/30- IV/2015, sampai saat ini belum ditanggapi pemerintah, maka hal ini LSM minta Jusuf Kalla segera tanggapi Proposal Panitia Masjid Al – Jammi ini.

Selanjutnya Proposal bantuan dana Masjid ini, suratnya yang ditujukan kepada Menteri Agama – RI, dan tembusan suratnya kepada Presiden – RI, Bapak. Ketua DPR – RI, Bapak. Menteri Dalam Negeri – RI, Menteri Keuangan – RI, Bapak. Gubernur Maluku dan Bapak. Bupati Maluku Tengah.

Menyangkut hal ini, Intelijenpost.com coba konfirmasi dengan Ketua. Kordinator LSM. PKA- PPD Seluruh Indonesia, dia ( Aziz ) menyatakan maksud dan tujuan dari hakekat Pembangunan Nasional adalah Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan Pembangunan Manusia Indonesia seluruhnya. Hal ini dimaksud adanya kelarasan antara pembangunan lahiriah dan kebahagian batiniah, sehingga terjalin hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa ( Allah ) dan sesama manusia serta antara manusia ( pemerintah ) dengan alam sekitarnya, ujar Aziz.

Lantas keharmonisan hubungan ini tercipta karena didasarkan dengan iman dan etika yang tertanam dalam jiwa setiap manusia, sehingga terwujud susunan Islam dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kehidupan ini dapat didukung dengan memperbanyak sentuhan – sentuhan rohani dalam setiap aktifitas masyarakat, tutur Aziz.

Kemudian keberadaan Masjid Al- Jammi Negeri Tehoru sebagai sarana ibadah dan sarana pembinaan umat di Kecamatan Tehoru memiliki posisi yang strategis, dimana Negeri Tehoru sebagai tempat pusat pemerintahan dan juga sebagai tempat pusat pembelanjaan masyarakat di Kecamatan Tehoru, sebagai Masjid Al – Jammi selalu digunakan untuk beribadah, namun di sisi lain daya tampung Masjid ini sudah tidak memadai, kata Aziz.     

Sementara Intelijenpost.com juga melansir berita mengenai, Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menceritakan keterkejutan Raja Salman saat mengetahui Indonesia memiliki delapan ribu masjid. Raja Arab Saudi itu bertambah kaget ketika JK memberi tahu dia adalah ketua dari ribuan masjid itu. "Raja Salman kaget, dia sampai nanya ke duta besarnya," kata JK saat mengisi tausiyah di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu, 7 April 2018.

Mengenai pertemuan Jusuf Kalla dan Raja Salman terjadi pada Maret tahun lalu. Saat itu Jusuf Kalla juga menjadi Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia. JK melanjutkan, selama ini Raja Salman hanya memiliki dua masjid yang ia jaga. Hal itu yang membuat Raja Salam terkejut mendengar pernyataan JK tentang ribuan masjid.

Lalu orang nomor dua di Indonesia itu mengklaim jumlah masjid di Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia. Jika dibuat perlombaan bertaraf dunia tentang masjid terbanyak, JK yakin Indonesia akan menjadi pemenangnya. "Kementerian Agama juga pasti belum tentu tahu soal ribuan masjid itu," kata dia.

Imbuhnya, maka dengan jumlah yang besar itu, Jusuf Kalla mengimbau kehadiran ribuan masjid dapat mendorong masyarakat agar menjadi lebih baik. ( IP – Hartawan – DW )

 



Berita Lainnya