Senin , | WIB

Minggu, 08 April 2018 - 17:26:30 WIB
TAK TAHU MEREKA KERJA DI KAPAL BURONAN INTERPOL 20 ABK ASAL INDONESIA
Nasional - Dibaca: 169 kali


Intelijenpost.com

BANDA ACEH, INTELIJENPOST.COM

Sesuai sebanyak 20 orang anak buah kapal (ABK) yang bekerja di kapal ikan berbendera Togo, Afrika, mengaku tidak tahu bahwa mereka selama ini bekerja di sebuah kapal ikan yang sedang diburu Interpol.

Lantas para ABK itu berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah dan telah 10 bulan menjadi ABK di kapal yang ditangkap TNI –AL Lanal Sabang di perairan laut Aceh, Sabtu(7/4/2018). Kru kapal itu semuanya 30 orang. Sebanyak 10 orang lainnya merupakan warga Australia (2 orang) dan Rusia (8 orang).

“Selanjutnya kami sudah 10 bulan bekerja di kapal itu melalui agen resmi di Indonesia, kontraknya ada yang setahun ada yang dua tahun,” kata Santoso, salah seorang ABK kepada wartawan, Sabtu kemarin. TNI AL Amankan Kapal Ikan Berbendera Asing Santoso mengatakan, selama 10 bulan menjadi ABK Kapal STS-50 Sea Breeze Andrey Dolgov STD No 2 itu, mereka memburu ikan di perairan laut Vetnam, Filipina, China, Korea, Jepang, Rusia, China, Monzabik, Singapura, dan Malaysia.

“Kemudian selama ini menangkap ikan di wilayah perairan Antartik. Kemarin ikannya dijual ke China, sempat juga dibawa ke Vetnam, tapi tidak bisa. Kami main di peairan saja tidak pernah bersandar” kata dia. Masih kata Santoso, 20 ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal itu digaji dalam mata uang dolla AS. Setelah dua bulan pertama bekerja, gaji mereka langsung ditranfer ke rekening keluarga mereka yang berada di Indonesia.

Mengenai sebanyak 20 orang anak buah kapak (ABK) asal Jawa Tengah dan Jawa Barat yang bekerja dikapal asing buronan Interpol diamankan TNI-AL Sabang, Sabtu (7/4/18). “Saya 10 bulan bekerja, sudah digaji 8 kali, karena 2 bulan gaji kami ditahan sebagai jaminan oleh agen,” katannya.

Bahkan sebelum ditangkap tim WFQR Lantamal I dengan menggunkan KAL Simeulue Lanal Sabang di perairan laut Aceh, kapal ikan itu menggunakan bendera Ponte. Kapal Asing Buronan Interpol Ditangkap “Waktu awal saya kerja, kapal ini berbendera Ponte, kemudian bendera Togo, Afrika. (Itu) diganti saat berada di Vetnam,” katanya.

Sementara para ABK itu masih ditahan bersama barang bukti kapal di markas Lanal Sabang untuk menjalani pemeriksaan. “Barang bukti kapal dan seluruh ABK kami amankan, termasuk 20 orang ABK Indonesia, sepertinya mereka memang tenaga kerja resmi dari agen Indonesia. Nanti setelah kami proses akan kami pulangkan ke Jawa,” kata Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat, Sabtu. ( IP – BOY )



 



Berita Lainnya